Tampilkan postingan dengan label cooking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cooking. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Desember 2014

Sate Tempe

sate tempe

Tempe merupakan menu lauk yang sehari - hari kita jumpai di dapur orang Indonesia. Selain karena harganya murah, rasanya enak, tempe sangat mudah dioleh dalam bentuk masakan beraneka ragam. sebut saja mulai dari digoreng , diungkep, ditumis, dimasak dengan sayuran, dimasak kuah, dan juga dikukus.

Untuk menambah variasi hidangan tempe di rumah, kemarin  nemu resep baru pengolahan tempe ini  di harian Kompas , Minggu 30 November 2014 yang sepertinya enak dan nggak ngebosenin rasanya. Sate Tempe. Yap, tempe dibuat sate lalu dibakar, seru juga kan. 

Sate Tempe
Bahan :
1 lonjor tempe (300 gram)

Bumbu halus:
2 sdt ketumbar
2 siung bawang putih
2 bawang merah
3 cabe merah
1 sdt terasi

Bumbu pelengkap:
3 sdm selai kacang (pindakaas)
2 cm lengkuas, memarkan
1 sdt garam
1 sdm gula jawa, sisir halus
3 lembar daun jeruk purut
300 ml santan
2 sdm kecap manis

minyak untuk menumis

sate tempe

Cara membuat :
1. Potong tempe berbentuk persegi setebal 1 cm.
2. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan selai kacang, lengkuas dan daun jeruk. Aduk dan tumis hingga harum.
3. Masukkan santan, gula merah, garam, gula pasir dan irisan tempe. Masak sekitar 30 menit atau  hingga tempe matang . Angkat tempe.
4. Lanjutkan memasak santan hingga mengental, Angkat.
5. Tusuk tempe dengan menggunakan tusuk sate, bakar di atas bara api sampai agak kering. 
6. Campur kuah santan yang sudah dikentalkan tadi dengan kecap manis dan air jeruk limau. 
7. Hidangkan tempe dengan kuah sate.

sate tempe

Rasanya enak lho, nggak kalah dengan rasa sate ayam bumbu kacang itu tuh. Yuk mari cobain.

Rabu, 18 Juni 2014

my new book : KOMPLET!!!


Alhamdulillah, setelah perjalanan panjang , akhirnya buku ke-2 ku terbit juga. Rasanya campur aduk deh, antara seneng dan terharu. Bayangin, materi buku dimulai saat sebelum hamil Lintang. Waktu pemotretan saat mabok kehamilan trimester pertama yang nyata sangat menguras tenaga. Lalu lonjakan permainan hormon membuat penyelesaian materi menjadi sangatlah luuuaamaaaaaa... hehe. But anyway sekarang sudah lonjak lonjak bergembira karena akhirnya buku ini terbit juga.



Sebagai orang yang bertanggung jawab pada menu masakan sehari – hari di rumah, ibu rumah tangga dan remaja putri seringkali kebingungan dalam menyusun menu masak hari ini. Bagaimana caranya menyusun menu masakan yang tidak membosankan, bervariasi , sarat gizi dan menggugah selera.
Memasak dan menyusun menu tidaklah sesulit yang dibayangkan. Hanya perlu terus mencoba untuk mendapatkan komposisi masakan yang sesuai lidah keluarga tercinta. Supaya tidak bosan, kita juga butuh variasi rasa dan bumbu dari satu bahan yang sama.

Buku menu harian ini hadir sebagai alternative menu masakan sehari – hari Anda di rumah. Disusun berdasarkan pengalaman  dalam menyusun menu catering dan menyediakan makanan dalam jumlah banyak untuk anggota keluarga besar. Kombinasi menu yang ada bervariasi, diadaptasi dari berbagai masakan yang berasal dari daerah – daerah di Indonesia.

Tidak pernah ada kata baku dalam hal memasak, aku suka asin, bisa jadi kamu tidak. Sesuaikan rasa dan selera keluarga sehingga resep di buku ini menjadi sajian yang istimewa. Selamat mencoba...


Yuk yuk, dapatkan buku ini di toko buku kesayangan Anda. Atau bisa pesan ke aku langsung (dapat tanda tangan lho... hihihi), dengan cara kirim email ke citrakusuma79@gmail.com. Monggoooo...

Senin, 02 Juni 2014

IDFB#15: Kerabu Soo Hoon


Semenjak hamil dan melahirkan , jarang ngeblog dan ikut challenge atau event blog online. Maklum deh, tenaga dipermainkan sama hormon, hehehe. Nah, kali ini semangat motret, nulis dan ngeblog nya sudah berangsur pulih nih, jadi nyobain ikut event online salah satunya yang diadakan Indonesian Foodblogger. Sudah beberapa kali aku ikut challenge yang diadakan IDFB ini, yaitu : Food by its country, Indonesian Snack, Indonesian Beverage, Indonesian Sambal, Indonesian Curry, Indonesian Rujak, Indonesian Porridge. Challenge kali ini bertema : Kuliner Peranakan.

Kuliner Peranakan mulai akrab di lidah kita semenjak banyaknya Restauran atau Kedai Kopi yang menyajikan hidangan Peranakan. Istilah peranakan sering digunakan untuk keturunan imigran Cina yang telah berdomisili di Indonesia. Anggota etnis ini di Malaysia sering menyebut diri mereka "Baba-Nyonya". "baba" untuk laki-laki, "Nyonya" untuk wanitanya. Sementara di beberapa wilayah Indonesia, ada sebutan khusus bagi etnis Tionghoa Peranakan ini seperti "Cina Benteng" di daerah Tangerang.

Dalam proses pembauran dan asimilasi selama ratusan tahun, pengaruh budaya dan kebiasaan Tionghoa ini berpadu dengan kebudayaan dan kebiasaan lokal. Terutama di Singapore dan Malaysia, proses pembauran ini juga sangat mempengaruhi cita rasa masakan para kaum peranakan. Bumbu - bumbu aseli dari Cina, berpadu dengan bumbu rempah khas Melayu, menjadi satu suguhan baru yang menarik, yang saat ini sering kita nikmati yaitu Hidangan Peranakan.

Saat berniat mengikuti challenge ini, aku mengingat -ingat apa ya hidangan yang mengadaptasi hidangan lokal namun bercitarasa maksakan cina. Tersebutlah beberapa macam makanan seperti : lumpia, lomie, bacang, ronde, kue bulan, dll. Nah kebetulan, aku juga baru membeli buku seri masak Primarasa Femina : "Hidangan Baba Nyonya", dan melihat resep ini: Kerabu Mee Hoon. Lihat bahan- bahan dan membayangkan citarasanya kok sepertinya mirip dengan masakan Anyang dari Mandailing. Ciri khasnya menggunakan kelapa sangrai dan kucuran air jeruk. Wah, jadi penasaran untuk membuat dan mencobanya. 

Melihat deretan bahan - bahannya, aku sesuaikan dengan yang ada di rumah saja. Bahan bihun diganti soun. Jeruk lemon cui diganti jeruk nipis. Lalu pada resep aselinya, Udang ditumis langsung dengan bumbu. Sementara aku pakai udang goreng tepung, berhubung sudah ada untuk lauk Ndaru. (Hihihhi, nggak mau rugi ya emak satu ini). Serai juga aku tidak pakai, karena kurang suka kalau dimakan mentahan. Jadi ini resep modifikasi dari aseli buku resepnya. Namanyapun ikut berubah : Kerabu Soo Hoon. Kerabu sendiri berarti salad/rujak.

Malaysian Kerabu Soo Hoon

Kerabu Soo Hoon
modifikasi resep Prima Rasa Femina

Bahan:
100 gram taoge
100 gram soun kering
1 buah tahu cina, goreng kecoklatan
500 gram udang kupas, buang kulitnya, belah punggungnya
100 gram tepung bumbu siap pakai

50 gram ebi
4 siung bawang putih cincang halus
100 gram kelapa setengah tua, parut
2 sdt garam
1 buah jeruk nipis, ambil airnya

8 buah cabai merah segar
8 buah cabai merah kering
2 sdm minyak goreng

Bumbu iris:
6 lembar daun jeruk, iris tipis,
1 buah bunga kecombrang, iris tipis
10 butir bawang merah, iris halus

Ingredients Malaysian Kerabu Soo Hoon

Cara membuat :
1. Rendam ebi dengan air panas hingga lunak, haluskan.
2. Seduh soun dan taoge dengan air mendidih secara terpisah. Potong - potong soun jika terlalu panjang.
3. Sangrai kelapa parut hingga kecoklatan.
4. Haluskan cabe merah segar dan cabe merah kering.
5. Goreng udang dengan tepung bumbu siap pakai hingga kuning kecoklatan.
6. Potong - potong tahu seukuran sekali suap.
7. Panaskan 2 sdm makan minyak, goreng ebi halus hingga harum. Masukkan bawang putih cincang, aduk hingga kekuningan. Tambahkan cabai halus, aduk sebentar, masukan garam. Angkat.
8. Masukkan taoge, soun, kelapa sangrai, tahu, udang goreng tepung dan bumbu iris ke dalam mangkok. Campur dengan bumbu tumis. Tambahkan air jeruk nipis
9. Sajikan Kerabu Soo Hoon di atas piring saji.

Salad soun berbumbu iris ini menggunakan bunga kecombrang, bumbu khas kuliner Melayu. Sentuhan Cina terasa pada pemakaian cabai kering dan ebi yang cukup banyak. Benar seperti dugaanku tadi, bumbunya mirip dengan Anyang. Di Mandailaing Melayu sendiri yang biasa dipadukan dengan bumbu Anyang yaitu daun pakis , pakat (rotan muda), dan daging ayam. Masakan Anyang biasanya banyak ditemui pada saat bulan Ramadhan. Di lain waktu aku akan bahas tersendiri masakan Ayang ini ya.

Kerabu Soo Hoon ini memiliki rasa yang tidak biasa. Paduan rempah bumbu yang harum sangat menggugah selera. Gurih dari ebi dan wangi khas kecombrang berpadu dengan segar asam jeruk nipis, membuat penasaran ingin nambah terus. 

Malaysian Kerabu Soo Hoon

Jadi, apa masakan peranakan favoritmu?


Selasa, 06 Mei 2014

Resep : Lapis Beras



Lapis Beras

Bahan :
1000ml santan dari 2 butir kelapa
1sdt garam
2 lembar daun pandan

250 g tepung beras
100 g tepung kanji
275 g gula pasir

Pewarna makanan warna hijau dan merah
Minyak untuk mengoles loyang


Cara membuat:
1. Rebus santan, garam ,dan daun pandan sambil diaduk-aduk hingga santan mendidih. Angkat, biarkan hingga agak dingin.
2. Olesi loyang ukuran 20x20cm dengan minyak. Panaskan dandang, bungkus tutup dandang dengan serbet agar uap air tidak menetes ke loyang.
3. Campur tepung beras, tepung kanji, gula menjadi satu, aduk rata. Tuangkan santan perlahan - lahan, aduk hingga adonan rata dan licin.
4. Bagi adonan menjadi 3 bagian. Beri 3 tetes pewarna hijau untuk bagian pertama, dan 3 tetes pewarna merah untuk bagian kedua. biarkan adonan ketiga bewarna putih.
5. Masukkan loyang ke dalam dandang yang airnya sudah mendidih, masukkan 100 ml (1 sendok sayur) adonan berwarna hijau, tutup kukusan selama 5 menit hingga adonan mengeras. Buka tutup kukusan, tuang lagi 1 sendok sayur adonan hijau, kukus lagi 5 menit. Ulangi terus hingga adonan hijau habis.
6. Tuang 100 ml adonan putih diatas lapisan hijau yang sudah mengeras. Kukus 5 menit. Lakukan berulang hingga adonan putih habis. Lalu lakukan hal yang sama untuk adonan merah. Jika seluruh adonan sudah habis, kukus selama 30 menit hingga seluruhnya matang.
7. Angkat, keluarkan dari dandang, dinginkan. Potong sesuai selera.



Minggu, 02 Maret 2014

Cilok


Suatu hari, lihat di jalan depan sebuah SD dekat rumah ada abang- abang penjual cilok, jadi pengeeen banget. Kepengen beli, tapi selain gengsi (hihihi) kebayang deh bahan - bahan yang dipakai si abang kan kita nggak tahu persis. Kalau mau ditunda - tunda takut adek bayi bakal ngiler.. *alesan. Ya udah browsing bentar, dapet resep dari blognya Ricke






Bahan:
200 gram tepung sagu tani atau tapioka
200 gram terigu protein sedang
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk (optional)
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
350 ml air kaldu ayam
2 batang daun bawang, iris halus

Air di panci untuk merebus cilok

Cara membuat:
1. Campurkan tepung sagu tani/tapioka dan terigu. Tambahkan daun bawang. Aduk rata dan sisihkan.
2. Campurkan air, bawang putih halus, garam, kaldu bubuk, merica bubuk dan gula pasir. Masak hingga mendidih.
3. Panas-panas tuangkan air rebusan tadi bertahap ke dalam campuran tepung, sambil diaduk rata menggunakan sendok kayu (jangan pake tangan , panaasss). Bila dirasa adonan sudah kalis dan bisa dipulung dan air masih bersisa, hentikan penambahan air.
4. Biarkan sampai agak hangat. Ambil sedikit adonan,  bulatkan sebesar bakso. Lakukan hingga adonan habis.
5. Didihkan air yang banyak dalam panci, rebus cilok hingga mengambang dan biarkan sekitar 10-15 menit mengambang. Angkat. Kemudian kukus cilok hingga empuk dan matang.

Untuk bumbu, aku kebetulan ada stock bumbu pecel, tinggal seduh deh. ditambahin saos cabe botolan. mmhmm yummy...

Selasa, 04 Februari 2014

Resep: Kerang Hijau Saus Padang

Kerang Hijau (Perna Viridis) banyak kita temui di menu restaurant Seafood. Meskipun ada peringatan bahwa Kerang Hijau dari Teluk Jakarta mengandung logam berat, namun hidangan Kerang Hijau tetap saja jadi salah satu alternatif masakan seafood yang favorit. Jadi, yang tinggal di Jakarta, jangan sering - sering makan Kerang ini ya... hehehhee.

Kerang HIjau Saos Padang

Di sisi lain, manfaat kandungan nutrisi dari Kerang Hijau sangatlah banyak. Dikutip dari artikel Femina, berikut ini adalah kandungan nutrisi dari Kerang
  • Asam lemak tidak jenuh (omega-3) yang penting untuk perkembangan jaringan otak anak. Kandungan asam lemak tidak jenuh ini juga akan membantu memecah ’kolesterol jahat’ di dalam pembuluh darah. Kondisi ini secara otomatis memperlancar aliran darah ke jantung dan otak, sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke.
  • Tiga puluh tiga persen vitamin B12 dari kebutuhan harian, ada dalam kerang. Dengan mengonsumsi vitamin B12 akan mencegah terjadinya mutasi sel, sehingga usus akan terlindungi dari risiko kanker.
  • Vitamin A untuk menjaga kesehatan kulit dan mata.
  • Fosfor untuk pembentukan tulang dan gigi pada anak, serta membantu tubuh memaksimalkan fungsi vitamin.
  • Protein yang lebih tinggi daripada daging merah, namun dengan kalori lebih rendah sehingga sesuai untuk tubuh.
  • Potasium untuk membantu menjaga tekanan darah, dan mengatur fungsi jantung serta metabolisme tubuh.
  • Kalsium. Dengan bertambahnya jumlah kalsium yang masuk ke dalam tubuh, maka dapat membantu mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang). 

Jadi, kalau teman - teman dapat kesempatan untuk menyantap Kerang Hijau terlebih yang diyakini bukan berasal dari Teluk Jakarta,jangan ragu - ragu ya menyantapnya. Enak banget apalagi kalau dapat yang segar.

Kali ini kita masak Kerang Hijau Saos Padang. Menu ini banyak sekali versinya. Lain restaurant lain rasanya. Tapi ciri khasnya adalah rasa pedas dan warna saosnya yang merah.

Kerang Hijau Saos Padang

bahan :
1 kg kerang hijau, cuci bersih dan sikat cangkangnya
500 ml minyak untuk menggoreng kerang
2 sdm saos tomat botolan
5 sdm saos cabai botolan
5 buah cabai rawit, iris - iris
100 ml air
sdt garam
2 sdt gula pasir

bumbu halus:
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
8 buah cabai merah

bumbu lainnya:
2 cm jahe, memarkan
1 batang serai, memarkan

cara membuat :
  1. Goreng kerang beserta cangkangnya dalam minyak panas sampai kerang matang dan sedikit kering , angkat dan tiriskan.
  2. Sisakan minyak hingga 2 sdm, tumis bumbu halus, jahe dan serai hingga harum.
  3. Masukkan kerang, aduk rata dengan bumbu halus. tambahkan saos tomat, saos cabai, air, gula dan garam. Aduk - aduk agar kuah saos merata dan mulai menyusut.
  4. Masukkan cabai rawit, aduk rata kembali hingga kuah menyusut dan cabai rawit layu. 
  5. Angkat dan hidangkan

Kerang HIjau Saos Padang


Kerang Hijau Saos Padang ini cocok disantap dengan nasi panas dan tumis kangkung taoco. Jadi berasa makan di warung atau restaurant Seafood deh. Pasti nambah - nambah deh. Selamat mencoba....

Sabtu, 01 Februari 2014

Resep: Ayam Bakar Bumbu Rujak

Ayam Bakar Bumbu Rujak

Bahan :
1 ekor ayam , potong 12 bagian
500 ml  santan kental dari 1 butir kelapa

Bumbu halus:
10 siung bawang merah
4 siung bawang putih
8 buah cabai merah keriting
3cm jahe
2cm kunyit
2 butir kemiri

Bumbu tambahan
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
1 sdt garam

Cara membuat:
1.       Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun salam, serai dan lengkuas.
2.       Masukkan ayam , aduk rata hingga ayam berubah warna.
3.       Masukkan santan. Masak hingga kuah menyusut, sambil sesekali diaduk.
4.       Siapkan bara api, bakar ayam hingga berwarna kecoklatan sambil sesekali dioles bumbu dari kuah santan. Angkat dan sajikan.

ayam panggang bumbu rujak

 note : resep ini juga ada di buku saya yang akan terbit.


Sabtu, 18 Mei 2013

Resep : Dadar Gulung Inti

Dadar Gulung Inti
sumber : Prima Rasa Femina

Bahan Isi:
300 gram kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang.
200 gram gula merah, sisir halus
50 gram gula pasir
200 ml air
2 lembar daun pandan

Kulit dadar:
200 gram terigu
2 butir telur kocok
1/2 sdt garam
2 sdm margarine cair
400 ml santan dari 1/2 butir kelapa

50 ml air suji pandan yang diperoleh dari: 3 lembar daun pandan dan 12 lembar daun suji ditumbuk lalu ditambahkan 30 ml air. Peras, saring airnya sebanyak 50 ml.

Cara membuat:
1. Isi : Campur kelapa, air, gula, dan pandan dalam wajan, aduk rata. Jerang di atas api, aduk terus hingga air mengering dan kelapa berwarna kecoklatan.
2. Dadar : Taruh tepung terigu dalam wadah, masukkan telur kocok, garam, dan minyak goreng , aduk rata. Masukkan santan sedikit demi sedikit, aduk dengan whisk hingga adonan tercampur rata dan licin.
3. Masukkan air daun suji pandan, saring adonan.
4. Panaskan wajan dadar, olesi margarine tipis-tipis. Tuang 1 sendok sayur adonan di atasnya, goyangkan wajan agar adonan menutup rata wajan dadar. biarkan hingga matang, angkat.
5. Isi dadar dengan 1 sdm  inti kelapa, lipat sisi kiri dan kanan, lalu gulung. Lakukan terus hingga adonan habis.
6. Sajikan.

Dadar Gulung


Resep : Getuk Lindri

Getuk Lindri

Bahan:
1 kg singkong
200 gram gula pasir
25 gram margarine

1/2 butir kelapa setengah tua, parut
1/4 sdt garam

1/2sdt pewarna merah/hijau

Cara Membuat:
1. Kupas kulit singkong, potong potong singkong, cuci bersih, kukus hingga matang.
2. Kukus kelapa paruit yang sudah dicampur garam selama 30 menit.
2. Selagi panas, campur singkong dengan gula pasir dan margarine, lumatkan dengan ulekan/alu.
3. Bagi 2 singkong yang telah dilumatkan menjadi 3 wadah. Masukkan pewarna merah satu bagian, pewarna hijau satu bagian, sisanya biarkan warna aslinya.
4. Masukkan masing - masing adonan singkong ke dalam gilingan , proses 2 kali berulang hingga mendapatkan adonan yang halus, terakhir taruh adonan yang keluar di atas telapak tangan. Sesudah adonan keluar 5-6 cm , potong dengan menggunakan pisau. tekan bagian pinggirnya hingga getuk membentuk gembung ke atas. Lakukan sampai adonan habis, ulangi cara yang sama untuk adonan warna lainnya.
5. Sajikan hetuk bersama parutan kelapa yang sudah dikukus.

Getuk Lindri

Selasa, 26 Maret 2013

Latihan Bareng Menghias Tumpeng

Di sela - sela mengerjakan orderan Tumpeng Online , menyusun dan pemotretan buku resep, tawaran dari Mom Elly untuk sharing ilmu menghias tumpeng, jadi seperti acara rekreasi buat saya. Bertemu teman - teman member milis NCC yang berdomisili di Jakarta Barat jadi moment mengasyikan. Betapa besarnya milis kuliner NCC ini hingga walau sudah sering saya ikut kegiatan offair nya pun, masih banyak member yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Termasuk teman - teman yang ikut datang di rumah Mom Elly hari Sabtu 23 maret lalu.

Total yang hadir ada 9 orang termasuk Mom Elly sang tuan rumah. Yang saya kenal lainnya hanya Susyana Chang dan Febi . Walaupun baru pertama bertemu, suasana langsung cair ngobrol seru sambil mulai langsung belajar membuat printilan garnish tumpeng.



Berbagai macam garnish dari wortel, timun jepang, bonggol sawi bokcoy dan cabe merah besar dibentuk sedemikian rupa lalu direndam di air dingin. Garnish - garnish ini sengaja dibuat paling awal , agar kita mendapatkan bentuk mekar yang cantik setelah perendaman di air dingin.
Tahap berikutnya adalah mempersiapkan alas nya. Kali ini alas tumpeng yang digunakan adalah tampah yang kita beri styrofoam kemudian dilapisi daun pisang. Bagian pinggirnya kita hias dengan daun pisang berbentuk segitiga lancip. Lalu sekeliling tampah kita buat juga pagar dari kacang panjang. 

Kacang Panjang berdiri dengan bantuan tusuk gigi, lalu kita lilit dengan kacang panjang lainnya selang seling depan belakang demikian seterusnya hingga membentuk pagar yang cantik.


Jika kita menginginkan alas berbentuk kotak, kita bisa pergunakan triplek dan styrofoam. Untuk tumpeng 10 porsi ukuran alas adalah 40 -45cm. Tahap selanjutnya adalah mempersiapkan wadah lauk berupa takir atau sudi, sayangnya kemaren hanya saya ajarkan berupa demo karena keterbatasan jumlah daun pisang. Selain takir dan sudi, juga bisa dibuat wadah yang terbuat dari kelapa butiran yang dipotong ukir akan membentuk mangkok atau keranjang.


Nah selanjutnya tiba saat mencetak nasi lalu menghiasnya. Nasi kuning tidak harus kita campur beras ketan hanya untuk mendapatkan bentuk yang kokoh. Kuncinya hanya pada saat pencetakan nasi di cetakan, harus ditekan sepadat mungkin, agar mendapatkan bentuk yang padat dan kokoh. Setelah tercetak padat, cetakan tumpeng perlahan kita posisikan bagian tepi cetakannyanya sedikit ke arah pinggir alas, agar ketika dibalik, nasi tumpeng jatuh tepat di tengah alas.



Kemudian tiba saatnya kita bersenang - senang memperindah tumpeng menggunakan garnish yang dari awal sudah dipersiapkan. Yang paling penting dari menghias tumpeng adalah kesesuaian. Jika sebelah kanan sudah ramai, sebelah kiri jangan banyak - banyak garnishnya. Jika tumpengnya kecil, bunganya jangan terlalu besar, karena bagaimanapun tetap gunungan tumpeng yang jadi "Juara" nya. Yuk kita lihat hasil karya peserta.





Bagaimana, keren semua kan hasilnya? Ini baru pertama kali bikin lho, gimana kalau sudah sering ya. Pasti jauh lebih cakep. Dan inilah foto semua peserta latihan bareng hari itu (plus saya berbaju hijau hihhiii) beserta hasil karyanya. Semoga bermanfaat ya. Orderan tumpengnya rame laris manis. Aamiin.
Sampai ketemu di latihan berikutnya.




Rabu, 06 Maret 2013

IDFB#9 : Bubur Pedas Melayu Deli


Ketika mengetahui bahwa tantangan ke-9 dari Indonesian Foodblogger adalah tentang Bubur Gurih (Porridge) , aku langsung teringat akan Bubur Pedas asal Melayu. Dulu, waktu tinggal di Sumatera Utara, dikenalkan oleh keluarga suami tentang keberadaan Bubur Pedas ini. Bubur Pedas khas Melayu Deli ini merupakan sajian langka , yang hanya bisa kita dapati saat bulan Ramadhan tiba. Konon katanya sejak jaman Kesultanan Deli di awal tahun 1900 - an, sudah memiliki kebiasaan untuk berbuka puasa menggunakan bubur pedas ini.

Karena hanya ada pada saat bulan Ramadhan, bubur pedas ini sangat diminati warga  di sana. Saking banyaknya permintaan, para pedagang dan pembuat bubur pedas ini harus memasaknya dalam kuali-kuali besar dan menjajakannya dalam emaber-ember yang juga luar biasa besar. Bahkan di Masjid - Masjid besar di sekitar Kesultanan Deli, bubur pedas ini sengaja disediakan gratis bagi para jamaah yang berbuka puasa di masjid tersebut.

Waktu pertama kali mencicipinya, ekspektasiku sudah tinggi akan merasakan bubur dengan kuah merah yang menggambarkan kepedasannya. Olala, ternyata tidak sepedas yang aku bayangkan. Setelah bertanya ke keluarga suami yang menghidangkannya, rupanya dijelaskan bahwa sebutan 'pedas' pada bubur ini untuk menyebutkan rasa pedas dari rempah - rempah yang menjadi bagian bumbu bubur ini. Keluarga suami juga bertutur bahwa aslinya jaman dahulu kala, ada sekitar 100 bahan yang dimasukkan dalam bubur pedas ini . Mulai dari beras, kacang- kacangan, umbi - umbian, rimpang/bumbu dapur, rempah - rempah serta daun - daunan. Namun seiring bergulirnya waktu, keberadaan rempah - rempah yang tadinya mudah didapat jadi semakin sulit ditemui. Saat ini , paling banyak hanya setengah bahan - bahan dari resep aselinya yang masih bisa dicari untuk dijadikan bahan bumbu bubur pedas ini.

Diantara sekian banyak bumbu rempah dan daun- daunan yang dipakai sebagai bahan bubur pedas, berikut ini yang bisa aku dapatkan infonya.

Beberapa bumbu rempah yang dipakai sebagai bumbu Bubur pedas antara lain : Temu Mangga, Lempuyang, Temu Hitam, Temu Kunci, Jahe, Serai, Jinten Putih, dan Adas Manis.

Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb) sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat atau diolah menjadi jamu. Temu Hitam / Ireng ini mengandung minyak asirizat pati, damar, lemak, mineral dan tanin . Mempunyai banyak manfaat seperti  mengatasi tidak nafsu makan, melancarkan keluarnya darah kotor setelah melahirkan, penyakit kulit seperti kudis, ruam, dan borok, perut mulas (kolik), sariawan,batuk, sesak napas, dan cacingan. 

Lempuyang (Zingiber zerumbet) juga merupakan rimpang akar yang biasa dijadikan bahan obat tradisional atau jamu-jamuan. Lempuyang diketahui mampu menginduksi apoptosis sel-sel kanker (sumber: wikipedia) . Selain itu lempuyang bisa dijasikan obat penambah nafsu makan, mengatasi batuk rejan, alergi makanan laut, penyakit encok dan rematik, serta untuk suplemen penambah darah.

Temu Mangga ( Curcuma mangga) atau yang lebih dikenal sebagai Kuyit Putih . Beberapa manfaat temu mangga sebagai obat tradisional diantaranya adalah sebagai obat maag, diare, penghilang nyeri saat haid, keputihan, serta mengobati jerawat dan bisul. Rimpang Curcuma mangga juga berkhasiat untuk mengecilkan rahim dan untuk penambah nafsu makan.

Temu Kunci ( Boesenbergia rotunda) sering dipergunakan dalam campuran sayur bayam. Afek anti racun yang terkandung didalamnya diketahui dapat menetralisir efek purin dalam rebusan sayur bayam. Temu Kunci ini mempunyai khasiat mengobati sariawan, masuk angin, perut kembung, sukar buang air kecil, gatal-gatal, keputihan, panas dalam, tuberkulosis, dan lain-lain. 




Jinten Putih ( Cuminum cyminum, Linn.) selain untuk bahan bumbu berbagai masakan , juga merupakan pelengkap dari ramuan obat - obatan herbal. memiliki khasiat mengobati sakit Jantung, haid tidak lancar, dan susah tidur. 


Adas manisPimpinella Anisum ) sering digunakan pada masakan - masakan Timur Tengah dan India. Selain untuk memberikan rasa yang khas, Adas  Manis ini juga bermanfaat untuk mengatasi gangguan pencernaan, meredakan sakit gigi , merawat flu dan pilek, dan membantu gangguan susah tidur. 





Selain, rempah - rempah yang telah dijabarkan di atas, Bubur Pedas ini juga terdapat daun - daunan. Terhitung mulai dari daun kunyit, daun mangkokan, daun jeruk, daun, mengkudu termasuk juga daun jambu biji. Weiisss pokoke ruaame banget. 



Daun Mangkokan (Polyscias scutellaria ) merupakan tanaman hias pekarangan yang juga memiliki khasiat antiseptik dan  deodoran,

Daun Jambu Biji  (Psidium guajava) sudah dari dahulu dikenal sebagai obat pencegah diare. Selain itu daun ini dapat mencegah batuk pilek, deodoran alami, menurunkan kadar gula darah serta mengatasi luka memar.

Daun Mengkudu ( Morinda citrifolia) berkhasiat menyembuhkan penyakit ambient, menguatkan kondisi badan yang sedang lemah, melangsingkan tubuh dan melancarkan pencernaan.

Daun Kunyit ( Curcuma Longa)  sudah sering dipakai sehari - hari untuk bumbu masakan. Daun  kunyit juga memiliki manfaat sebagai antioksidan.




Bubur Pedas Melayu Deli
modofikasi dari Resep NOVA

Bahan:
500 gram beras, cuci bersih
150 gram singkong, potong dadu
150 gram ubi jalar , potong dadu
1 buah jagung manis, sisir
200 gram kacang hujau, rendam 6 jam
1000 ml santan dari 1,5 butir kelapa
2 sdt garam


Bumbu 1:
2 ruas temu mangga
2 ruas temu kunci
2 ruas lempuyang
2 ruas temu hitam
3 batang  serai
1 ruas kunyit
Bumbu 2:
1 sdt jintan putih
1 sdt jintan manis
1 sdt ketumbar

Bumbu 3:
3 helai daun kunyit, iris halus
3 helai daun jambu biji muda, iris halus
3 helai daun mengkudu, iris halus
3 helai daun mangkokan, iris halus
5 lbr daun jeruk, iris halus

Cara Membuat: 
1. Cuci bersih bumbu I, sangrai bersama beras hingga kering.  Pisahkan bumbu dan beras, lalu haluskan bumbu 1 dan tumbuk kasar beras.
2. Sangrai bumbu 2 hingga harum, haluskan.
3. Campur bumbu 1 yang dihaluskan dengan kelapa parut, saring bersama santan. 
4. Didihkan santan, masukkan beras dan bumbu 2, masak sampai beras mekar dan tanak. Beri garam.
5.  Masukkan jagung, kacang hijau, singkong, dan ubi, masak sampai bahan ini lunak dan matang.
6. Terakhir, tambahkan aneka daun (bumbu 3) yang sudah diiris halus, aduk rata.

Untuk 15 porsi

Bubur Pedas Melayu Deli

Walaupun begitu banyak rempah dan daun-daunan yang hadir dalam sajian Bubur Pedas ini , namun tidak membuat rasanya kacau. Legit dari singkong dan ubinya masih cukup terasa dan memberi padanan rasa yang manis enak di lidah. Daun - daunan yang dipakai juga tidak membuat rasanya menjadi pahit, malahan hampir tidak memberi pengaruh rasa apapun. 

Jika mengingankannya, Bubur Pedas ini bisa dipadukan dengan udang segar yang ikut dimasak bersama beras dan santan. Selain itu ada beberapa sumber yang menambahkan kacang panjang, wortel, daun bangun-bangun, daun kangkung, kacang tanah, ikan teri, daging sapi, dll sesuai seleranya masing - masing. Untuk bumbunya juga dapat menambahkan lengkuas serta salam.

Bubur Pedas Melayu Deli

Yang pasti, setelah akhirnya mengetahui beragam khasiat dari rempah dan daun-daunan yang dipakai sebagai bahan Bubur Pedas ini, pantas saja ya Kesultanan Deli begitu menggemarinya. Selain memang rasanya yang gurih dan legit,  menyantap Bubur Pedas ini tentu saja menyehatkan tubuh. Siapa tahu ada yang bertandang saat bulan Ramadhan ke Medan- Stabat - Asahan dan sekitarnya, jangan lupa mencobanya. Atau bisa dicoba resep di atas untuk icip - icip sebelum merasakan aselinya yang dimasak di kuali besar. 

Minggu, 30 Desember 2012

IDFB #8 : RUJAK KECOMBRANG


Tiba saatnya mengerjakan challenge ke #8 nya Indonesian Foodblogger yang bertemakan RUJAK. Rujak itu begitu khas Indonesia. Siapa sih yang tidak mengenal rujak? 'Dessert' nya orang  Indonesia ini bisa tersaji dalam berbagai macam sajian. Mulai dari Rujak Ulek, dimana semua bahan sausnya diulek terlebih dahulu baru buah - buahan yang sudah dipotong kita cocolkan ke sambal tersebut. Ada juga Rujak bekbek, dimana semua buah dan bumbu ditumbuk menjadi satu. Ada lagi Rujak Serut, buah - buahan diserut lalu direndam dengan rebusan air gula merah, cabai dan asam jawa. 

Selain buah - buahan , di Indonesia juga dikenal Rujak Cingur. Masakan khas Jawa Timur yang memadukan sayuran rebus dan buah - buahan menjadi satu, dibalur bumbu kacang yang dicampur petis dan ulekan pisang klutuk. Kita juga mengenal Rujak Pengantin, salad khas Indonesia yang penampilannya nyaris mirip gado - gado, hanya berbeda di elemen sayurannya saja.

Untuk challenge kali ini, aku membuat Rujak Kecombrang. Konsepnya menyerupai rujak serut, hanya ada penambahan kecombrang dan manisan belimbing wuluh yang memberi aroma dan rasa yang khas dan berbeda seperti rujak serut biasa.


RUJAK KECOMBRANG

Bahan:
  • 400 g belimbing wuluh, iris tipis
  • 400 g mangga muda, iris tipis --- kalau aku, semua buah  kecuali belimbing diserut
  • 400 g nanas, potong
  • 400 g ubi merah, iris tipis
  • 300 g bengkuang, iris tipis
  • 400 belimbing wuluh, iris tipis
Kuah:
  • 600 ml air
  • 450 g gula pasir
  • 200 g gula merah
  • 20 g asam jawa
  • aku tambahkan 2 sdt garam
  • 10 buah cabai rawit, cincang kasar
  • 6 batang kecombrang, ambil bagian kuncupnya, kupas, iris halus 
Cara membuat:
  1. Manisan belimbing: Rebus irisan belimbing wuluh dengan 200 ml air dan 250 g gula pasir hingga air dan gula menyerap. Sisihkan.
  2. Kuah: Jerang sisa air, gula pasir, gula merah, asam jawa, dan cabai rawit hingga mendidih dan gula larut.  Angkat, saring.  Masukkan irisan kecombrang, jerang kembali di atas api sedang hingga beraroma. Angkat. Biarkan agak dingin.
  3. Masukkan manisan belimbing dan irisan buah lainnya.  Simpan dalam lemari pendingin selama 60 menit hingga menyerap.
  4. Sajikan. 
Untuk 10 porsi

Rujak Kecombrang   Rujak Kecombrang




#tips: kalau menginginkan manisan belimbing wuluh yang masih renyah, memasaknya jangan sampai airnya habis. Namun manisan belimbing wuluh yang manis dan terkaramelisasi akan memberi aroma khas tersendiri.

Rasa rujak ini enak sekali, terutama jika disajikan dingin dan sudah didiamkan minimal 6 jam, karena rasa asam manisnya sudah meresap pada serutan buah. Aroma khas kecombrang juga memberi sensasi unik tersendiri. Selain diserut, buah juga bisa dipotong - potong tipis selayaknya rujak colek.
Selamat menikmati rujak...



Senin, 19 November 2012

#IDFB 7 : Kari Ayam

Waduh waduh waduuh, udah ketar - ketir aja bakal gak bisa ikutan challenge IDFB 7 ini. Challenge yang sebelum ini, ketinggalan beneran gak sempet. Naaah, akhirnya kesampaian memenuhi tugas negara (halahh) ini. Challenge kali ini adalah Indonesian Curry/Gulai.



Menu Kari Ayam yang aku buat ini termasuk menu yang cukup sering dibuat di rumah. Suamiku yang notabene orang Sumatera tepatnya Mandailing, suka sekali menyantapnya. Dengan nasi maupun dengan roti Canai. Kebetulan masih punya stock roti canai frozen, jadi deh sekalian dibuat kari/Kare Ayam ini.

Kare Ayam

Kare Ayam 
resep warisan mertua

Bahan:
1 ekor ayam ukuran sedang, potong 10-12
1 butir kelapa tua parut, buat santan kental 500ml, santan encer 1000 ml

minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus:
8 buah bawang merah
7 buah bawang putih
8 buah cabe merah
4 butir kemiri, sangrai sebelumnya
1 batang serai muda potong halus
3-5 cm jahe, potong - potong
3 cm kunyit , potong - potong
2 cm lengkuas, potong - potong 

Bumbu tambahan:
2 batang serai, memarkan bagian pangkalnya
3 cm lengkuas, memarkan
3 lembar daun salam
10-12 helai daun kari (salam koja)

3 butir kapulaga
2 buah bunga lawang
6 butir cengkeh
5 cm kayumanis

4 sdt garam
3 sdt gula pasir

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus hingga wangi. Masukkan sereh, lengkuas, daun salam hingga mulai layu.
2. Masukkan daging ayam hingga setengah matang, tuangkan santan encer.
3. Masukkan cengkeh, kayumanis, kapulaga, bunga lawang, tunggu hingga kuah mendidih kemudian masukkan santan kental.
4. Masukkan daun kari, garam dan gula pasir. Lakukan test icip. Penambahan atau pengurangan garam- gula sesuai selera masing -masing.
5. Masak hingga ayam matang dan kuah mendidih kembali. Sajikan bersama nasi atau roti canai.

Chicken Curry

Daun Kari atau Salam Koja sangat menentukan citarasa dari Kare ini. Menurut penuturan mertua, jika masakan ini menggunakan bumbu halus diatas tanpa ada penambahan daun kari, namanya jadi 'Gulai'. Apalagi jika ditambahkan daun kunyit, maka sah lah masakan ini ditasbihkan sebagai Gulai Ayam. :)
Di sisi lain, ada kare yang berwarna merah menyala, maka didalam bumbu halus itu hampir pasti menggunakan cabe kering. Cabe kering selain memberi warna merah menyala, juga memberi aroma khas pedas memikat. Sayangnya kali ini aku kehabisan stock cabe kering, jadi kurang menyala merah.

kare ayam

Rata - rata orang batak - Mandailing kurang menyukai rasa manis gula pada masakan Kare atau Gulai seperti ini. Jadi gula di resep di atas murni inisiatif ku sebagai wong Jowo yang ngerasa nggak 'nendang' kalau tidak ada aroma manis di kuah Kare ini. Untungnya suamiku sudah terpaksa menyesuaikan lidahnya. Daripada laper pikirnya. Hihihhiii. Jadi please welcome buat yang ingin mengesampingkan penggunaan gula di resep ini. Rasa manis sendiri sebenarnya akan muncul dari santan. Selamat mencoba :)



 

Pengikut