Tampilkan postingan dengan label Event Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event Blog. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

IDFB#15: Kerabu Soo Hoon


Semenjak hamil dan melahirkan , jarang ngeblog dan ikut challenge atau event blog online. Maklum deh, tenaga dipermainkan sama hormon, hehehe. Nah, kali ini semangat motret, nulis dan ngeblog nya sudah berangsur pulih nih, jadi nyobain ikut event online salah satunya yang diadakan Indonesian Foodblogger. Sudah beberapa kali aku ikut challenge yang diadakan IDFB ini, yaitu : Food by its country, Indonesian Snack, Indonesian Beverage, Indonesian Sambal, Indonesian Curry, Indonesian Rujak, Indonesian Porridge. Challenge kali ini bertema : Kuliner Peranakan.

Kuliner Peranakan mulai akrab di lidah kita semenjak banyaknya Restauran atau Kedai Kopi yang menyajikan hidangan Peranakan. Istilah peranakan sering digunakan untuk keturunan imigran Cina yang telah berdomisili di Indonesia. Anggota etnis ini di Malaysia sering menyebut diri mereka "Baba-Nyonya". "baba" untuk laki-laki, "Nyonya" untuk wanitanya. Sementara di beberapa wilayah Indonesia, ada sebutan khusus bagi etnis Tionghoa Peranakan ini seperti "Cina Benteng" di daerah Tangerang.

Dalam proses pembauran dan asimilasi selama ratusan tahun, pengaruh budaya dan kebiasaan Tionghoa ini berpadu dengan kebudayaan dan kebiasaan lokal. Terutama di Singapore dan Malaysia, proses pembauran ini juga sangat mempengaruhi cita rasa masakan para kaum peranakan. Bumbu - bumbu aseli dari Cina, berpadu dengan bumbu rempah khas Melayu, menjadi satu suguhan baru yang menarik, yang saat ini sering kita nikmati yaitu Hidangan Peranakan.

Saat berniat mengikuti challenge ini, aku mengingat -ingat apa ya hidangan yang mengadaptasi hidangan lokal namun bercitarasa maksakan cina. Tersebutlah beberapa macam makanan seperti : lumpia, lomie, bacang, ronde, kue bulan, dll. Nah kebetulan, aku juga baru membeli buku seri masak Primarasa Femina : "Hidangan Baba Nyonya", dan melihat resep ini: Kerabu Mee Hoon. Lihat bahan- bahan dan membayangkan citarasanya kok sepertinya mirip dengan masakan Anyang dari Mandailing. Ciri khasnya menggunakan kelapa sangrai dan kucuran air jeruk. Wah, jadi penasaran untuk membuat dan mencobanya. 

Melihat deretan bahan - bahannya, aku sesuaikan dengan yang ada di rumah saja. Bahan bihun diganti soun. Jeruk lemon cui diganti jeruk nipis. Lalu pada resep aselinya, Udang ditumis langsung dengan bumbu. Sementara aku pakai udang goreng tepung, berhubung sudah ada untuk lauk Ndaru. (Hihihhi, nggak mau rugi ya emak satu ini). Serai juga aku tidak pakai, karena kurang suka kalau dimakan mentahan. Jadi ini resep modifikasi dari aseli buku resepnya. Namanyapun ikut berubah : Kerabu Soo Hoon. Kerabu sendiri berarti salad/rujak.

Malaysian Kerabu Soo Hoon

Kerabu Soo Hoon
modifikasi resep Prima Rasa Femina

Bahan:
100 gram taoge
100 gram soun kering
1 buah tahu cina, goreng kecoklatan
500 gram udang kupas, buang kulitnya, belah punggungnya
100 gram tepung bumbu siap pakai

50 gram ebi
4 siung bawang putih cincang halus
100 gram kelapa setengah tua, parut
2 sdt garam
1 buah jeruk nipis, ambil airnya

8 buah cabai merah segar
8 buah cabai merah kering
2 sdm minyak goreng

Bumbu iris:
6 lembar daun jeruk, iris tipis,
1 buah bunga kecombrang, iris tipis
10 butir bawang merah, iris halus

Ingredients Malaysian Kerabu Soo Hoon

Cara membuat :
1. Rendam ebi dengan air panas hingga lunak, haluskan.
2. Seduh soun dan taoge dengan air mendidih secara terpisah. Potong - potong soun jika terlalu panjang.
3. Sangrai kelapa parut hingga kecoklatan.
4. Haluskan cabe merah segar dan cabe merah kering.
5. Goreng udang dengan tepung bumbu siap pakai hingga kuning kecoklatan.
6. Potong - potong tahu seukuran sekali suap.
7. Panaskan 2 sdm makan minyak, goreng ebi halus hingga harum. Masukkan bawang putih cincang, aduk hingga kekuningan. Tambahkan cabai halus, aduk sebentar, masukan garam. Angkat.
8. Masukkan taoge, soun, kelapa sangrai, tahu, udang goreng tepung dan bumbu iris ke dalam mangkok. Campur dengan bumbu tumis. Tambahkan air jeruk nipis
9. Sajikan Kerabu Soo Hoon di atas piring saji.

Salad soun berbumbu iris ini menggunakan bunga kecombrang, bumbu khas kuliner Melayu. Sentuhan Cina terasa pada pemakaian cabai kering dan ebi yang cukup banyak. Benar seperti dugaanku tadi, bumbunya mirip dengan Anyang. Di Mandailaing Melayu sendiri yang biasa dipadukan dengan bumbu Anyang yaitu daun pakis , pakat (rotan muda), dan daging ayam. Masakan Anyang biasanya banyak ditemui pada saat bulan Ramadhan. Di lain waktu aku akan bahas tersendiri masakan Ayang ini ya.

Kerabu Soo Hoon ini memiliki rasa yang tidak biasa. Paduan rempah bumbu yang harum sangat menggugah selera. Gurih dari ebi dan wangi khas kecombrang berpadu dengan segar asam jeruk nipis, membuat penasaran ingin nambah terus. 

Malaysian Kerabu Soo Hoon

Jadi, apa masakan peranakan favoritmu?


Jumat, 30 Mei 2014

Setup Pisang

Setelah hiruk pikuk perjalanan kehamilan dan melahirkan, rasanya kok kangen pengen nge-blog. Nggak tega aja rasanya ini blog didiemin lama. Kemaren - kemaren hanya sempet tulis resep dan update jualan saja. Nah mumpung adek bayi sudah mulai teratur jam tidur dan minum ASI nya, jadi bisa curi waktu untuk motret dan nulis lagi.

Sekalian menuntaskan rindu, sekalian deh ikutan seseruan setoran ke event online culinary weeks di milis NCC: Menu Ramadhan dan Lebaran. Culinary weeks ini biasanya dibanjiri dengan kreasi kuliner yang luar biasa kreatif. Apalagi menu Ramadhan dan Lebaran ini, kebayang dong bakal banyak sekali ide - ide kreasi hidangan berbuka puasa yang bisa kita suguhkan ke keluaga tercinta. Untuk hidangan Lebaran, siapa tahu bakal ada alternatif hidangan lain untuk Lebaran kali ini.

Dari sekian banyak seliweran hidangan buka puasa yang biasa terhidang di waktu aku kecil, ada satu hidangan yang selalu bikin kangen, yaitu Setup Pisang. Hidangan minuman yang sangat sederhana, tapi bikin keinget terus sama suasana buka puasa yang syahdu dan hangat bersama keluarga. Membuatnya sangat mudah, rasanya enak , dan aroma kayumanis yang menyeruak hingga membuncah di rongga dada..hahaha *lebay.


Setup Pisang
Bahan :
4 buah pisang kepok, sedang matangnya
150 gram gula pasir
1 liter air
2 batang kayu manis

Cara membuat
1. Potong serong pisang setebal 2cm, masak bersama air, gula pasir dan kayu manis.
2. Rebus hingga pisang lunak.
3. Hidangkan hangat, atau juga dingin setelah disimpan di lemari es.


Kalau beberapa orang suka menyantapnya hangat, aku lebih suka kalau Setupnya dingin. Jadi setelah matang, setup disimpan dulu dalam lemari es hingga  saat berbuka puasa tiba.
Duh, segerrrnyaaaa....



Rabu, 06 Maret 2013

IDFB#9 : Bubur Pedas Melayu Deli


Ketika mengetahui bahwa tantangan ke-9 dari Indonesian Foodblogger adalah tentang Bubur Gurih (Porridge) , aku langsung teringat akan Bubur Pedas asal Melayu. Dulu, waktu tinggal di Sumatera Utara, dikenalkan oleh keluarga suami tentang keberadaan Bubur Pedas ini. Bubur Pedas khas Melayu Deli ini merupakan sajian langka , yang hanya bisa kita dapati saat bulan Ramadhan tiba. Konon katanya sejak jaman Kesultanan Deli di awal tahun 1900 - an, sudah memiliki kebiasaan untuk berbuka puasa menggunakan bubur pedas ini.

Karena hanya ada pada saat bulan Ramadhan, bubur pedas ini sangat diminati warga  di sana. Saking banyaknya permintaan, para pedagang dan pembuat bubur pedas ini harus memasaknya dalam kuali-kuali besar dan menjajakannya dalam emaber-ember yang juga luar biasa besar. Bahkan di Masjid - Masjid besar di sekitar Kesultanan Deli, bubur pedas ini sengaja disediakan gratis bagi para jamaah yang berbuka puasa di masjid tersebut.

Waktu pertama kali mencicipinya, ekspektasiku sudah tinggi akan merasakan bubur dengan kuah merah yang menggambarkan kepedasannya. Olala, ternyata tidak sepedas yang aku bayangkan. Setelah bertanya ke keluarga suami yang menghidangkannya, rupanya dijelaskan bahwa sebutan 'pedas' pada bubur ini untuk menyebutkan rasa pedas dari rempah - rempah yang menjadi bagian bumbu bubur ini. Keluarga suami juga bertutur bahwa aslinya jaman dahulu kala, ada sekitar 100 bahan yang dimasukkan dalam bubur pedas ini . Mulai dari beras, kacang- kacangan, umbi - umbian, rimpang/bumbu dapur, rempah - rempah serta daun - daunan. Namun seiring bergulirnya waktu, keberadaan rempah - rempah yang tadinya mudah didapat jadi semakin sulit ditemui. Saat ini , paling banyak hanya setengah bahan - bahan dari resep aselinya yang masih bisa dicari untuk dijadikan bahan bumbu bubur pedas ini.

Diantara sekian banyak bumbu rempah dan daun- daunan yang dipakai sebagai bahan bubur pedas, berikut ini yang bisa aku dapatkan infonya.

Beberapa bumbu rempah yang dipakai sebagai bumbu Bubur pedas antara lain : Temu Mangga, Lempuyang, Temu Hitam, Temu Kunci, Jahe, Serai, Jinten Putih, dan Adas Manis.

Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb) sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat atau diolah menjadi jamu. Temu Hitam / Ireng ini mengandung minyak asirizat pati, damar, lemak, mineral dan tanin . Mempunyai banyak manfaat seperti  mengatasi tidak nafsu makan, melancarkan keluarnya darah kotor setelah melahirkan, penyakit kulit seperti kudis, ruam, dan borok, perut mulas (kolik), sariawan,batuk, sesak napas, dan cacingan. 

Lempuyang (Zingiber zerumbet) juga merupakan rimpang akar yang biasa dijadikan bahan obat tradisional atau jamu-jamuan. Lempuyang diketahui mampu menginduksi apoptosis sel-sel kanker (sumber: wikipedia) . Selain itu lempuyang bisa dijasikan obat penambah nafsu makan, mengatasi batuk rejan, alergi makanan laut, penyakit encok dan rematik, serta untuk suplemen penambah darah.

Temu Mangga ( Curcuma mangga) atau yang lebih dikenal sebagai Kuyit Putih . Beberapa manfaat temu mangga sebagai obat tradisional diantaranya adalah sebagai obat maag, diare, penghilang nyeri saat haid, keputihan, serta mengobati jerawat dan bisul. Rimpang Curcuma mangga juga berkhasiat untuk mengecilkan rahim dan untuk penambah nafsu makan.

Temu Kunci ( Boesenbergia rotunda) sering dipergunakan dalam campuran sayur bayam. Afek anti racun yang terkandung didalamnya diketahui dapat menetralisir efek purin dalam rebusan sayur bayam. Temu Kunci ini mempunyai khasiat mengobati sariawan, masuk angin, perut kembung, sukar buang air kecil, gatal-gatal, keputihan, panas dalam, tuberkulosis, dan lain-lain. 




Jinten Putih ( Cuminum cyminum, Linn.) selain untuk bahan bumbu berbagai masakan , juga merupakan pelengkap dari ramuan obat - obatan herbal. memiliki khasiat mengobati sakit Jantung, haid tidak lancar, dan susah tidur. 


Adas manisPimpinella Anisum ) sering digunakan pada masakan - masakan Timur Tengah dan India. Selain untuk memberikan rasa yang khas, Adas  Manis ini juga bermanfaat untuk mengatasi gangguan pencernaan, meredakan sakit gigi , merawat flu dan pilek, dan membantu gangguan susah tidur. 





Selain, rempah - rempah yang telah dijabarkan di atas, Bubur Pedas ini juga terdapat daun - daunan. Terhitung mulai dari daun kunyit, daun mangkokan, daun jeruk, daun, mengkudu termasuk juga daun jambu biji. Weiisss pokoke ruaame banget. 



Daun Mangkokan (Polyscias scutellaria ) merupakan tanaman hias pekarangan yang juga memiliki khasiat antiseptik dan  deodoran,

Daun Jambu Biji  (Psidium guajava) sudah dari dahulu dikenal sebagai obat pencegah diare. Selain itu daun ini dapat mencegah batuk pilek, deodoran alami, menurunkan kadar gula darah serta mengatasi luka memar.

Daun Mengkudu ( Morinda citrifolia) berkhasiat menyembuhkan penyakit ambient, menguatkan kondisi badan yang sedang lemah, melangsingkan tubuh dan melancarkan pencernaan.

Daun Kunyit ( Curcuma Longa)  sudah sering dipakai sehari - hari untuk bumbu masakan. Daun  kunyit juga memiliki manfaat sebagai antioksidan.




Bubur Pedas Melayu Deli
modofikasi dari Resep NOVA

Bahan:
500 gram beras, cuci bersih
150 gram singkong, potong dadu
150 gram ubi jalar , potong dadu
1 buah jagung manis, sisir
200 gram kacang hujau, rendam 6 jam
1000 ml santan dari 1,5 butir kelapa
2 sdt garam


Bumbu 1:
2 ruas temu mangga
2 ruas temu kunci
2 ruas lempuyang
2 ruas temu hitam
3 batang  serai
1 ruas kunyit
Bumbu 2:
1 sdt jintan putih
1 sdt jintan manis
1 sdt ketumbar

Bumbu 3:
3 helai daun kunyit, iris halus
3 helai daun jambu biji muda, iris halus
3 helai daun mengkudu, iris halus
3 helai daun mangkokan, iris halus
5 lbr daun jeruk, iris halus

Cara Membuat: 
1. Cuci bersih bumbu I, sangrai bersama beras hingga kering.  Pisahkan bumbu dan beras, lalu haluskan bumbu 1 dan tumbuk kasar beras.
2. Sangrai bumbu 2 hingga harum, haluskan.
3. Campur bumbu 1 yang dihaluskan dengan kelapa parut, saring bersama santan. 
4. Didihkan santan, masukkan beras dan bumbu 2, masak sampai beras mekar dan tanak. Beri garam.
5.  Masukkan jagung, kacang hijau, singkong, dan ubi, masak sampai bahan ini lunak dan matang.
6. Terakhir, tambahkan aneka daun (bumbu 3) yang sudah diiris halus, aduk rata.

Untuk 15 porsi

Bubur Pedas Melayu Deli

Walaupun begitu banyak rempah dan daun-daunan yang hadir dalam sajian Bubur Pedas ini , namun tidak membuat rasanya kacau. Legit dari singkong dan ubinya masih cukup terasa dan memberi padanan rasa yang manis enak di lidah. Daun - daunan yang dipakai juga tidak membuat rasanya menjadi pahit, malahan hampir tidak memberi pengaruh rasa apapun. 

Jika mengingankannya, Bubur Pedas ini bisa dipadukan dengan udang segar yang ikut dimasak bersama beras dan santan. Selain itu ada beberapa sumber yang menambahkan kacang panjang, wortel, daun bangun-bangun, daun kangkung, kacang tanah, ikan teri, daging sapi, dll sesuai seleranya masing - masing. Untuk bumbunya juga dapat menambahkan lengkuas serta salam.

Bubur Pedas Melayu Deli

Yang pasti, setelah akhirnya mengetahui beragam khasiat dari rempah dan daun-daunan yang dipakai sebagai bahan Bubur Pedas ini, pantas saja ya Kesultanan Deli begitu menggemarinya. Selain memang rasanya yang gurih dan legit,  menyantap Bubur Pedas ini tentu saja menyehatkan tubuh. Siapa tahu ada yang bertandang saat bulan Ramadhan ke Medan- Stabat - Asahan dan sekitarnya, jangan lupa mencobanya. Atau bisa dicoba resep di atas untuk icip - icip sebelum merasakan aselinya yang dimasak di kuali besar. 

Senin, 21 Januari 2013

KBB #32 : Japanesse Roll Cake

Tantangan KBB kali ini berbarengan dengan hiruk - pikuk HMFF, Home Made Food Fiesta, di mana aku jadi project leader nya. Aduh - aduuh , harus disempetin mbuat deh. Malu kalau nggak. Soalnya 2 tantangan sebelumnya aku juga absen , kebangetan kan kalau yang kali ini nggak buat juga. Hihihhii.


KBB#32: Rolls Nice

Japanese Roll Cake (JRC)
Resep adaptasi JUNKO Book 
Modifikasi : Rachmah Setyawati
---------------------------------------------
Bahan-bahan :
Adonan I
4 butir kuning telur 
40 gr gula pasir
40 cc minyak goreng 
60 cc air
80 gr tepung terigu 

Adonan untuk membuat motif :
60 gr putih telur
15 gr gula pasir
10 gr tepung maizena
Adonan II
160-175 gr putih telur
sedikit garam halus (0,5 gr)
 50 gr gula pasir
1 sdt air jeruk nipis 15 gr tepung maizena 
1 sdm  Pasta Blueberry /pewarna ungu tua


Filling :
Fresh Cream dingin, non dairy, kocok hingga soft peak. Siap digunakan sebagai filling.


Cara Membuat :
1. Buat bahan adonan I , kocok kuning telur dan gula pasir hingga mengembang kental. Sambil terus dikocok speed sedang, tambahkan minyak goreng hingga habis, kocok terus hingga merata, lalu mulai tambahkan air sedikit demi sedikit sambil tetap dikocok speed sedang.
2. Setelah merata, sekarang masukkan ke dalamnya tepung terigu, sambil tetap dikocok speed sedang, kocok hingga merata dan kental. Sisihkan
3. Sekarang buat adonan untuk MOTIF dulu. Kocok putih telur dan sebagian gula pasir hingga mengembang , tambahkan sedikit lagi hingga habis sisa gula pasirnya, sambil tetap dikocok speed sedang, kocok hingga mulai soft peak.
   Lalu masukkan tepung maizena ke dalamnya, kocok sebentar hingga tercampur merata kental/soft peak, jangan sampai hardpeak. Matikan mixer.

4. Ambil sebagian adonan I, kira2 5-6sdm , lalu masukkan ke dalam adonan bahan untuk membuat motif tadi, aduk ringan merata. Bagi menjadi 2 bagian. Bagian adonan MOTIF PERTAMA bagi lagi menjadi 3 , beri masing2 warna kuning muda, pink muda dan pink agak tua. 
5. Siapkan 2 bh loyang ukuran 20X20X5cm . Siapkan kertas motif yang akan kita buat acuan, letakkan pd dasar loyang, lalu poles kertas ini dgn sedikit mentega di beberapa tempat. Setelahnya baru tutup kertas motif ini dengan kertas roti, selanjutnya tdk perlu dipoles, langsung bisa kita mulai membuat adonan motifnya. Ambil adonan motif warna pink muda tuangkan rapi pd motif love  dua atau tiga buah, baru kemudian ambil warna pink agak tua , tuangkan rapi pd motif love yg masih kosong.Begitu juga dgn motif bentuk polkadot besar dan kecilnya, warna bisa kita sesuaikan selera saja, bergantian antara pink muda, kuning muda dan pink agak tua.
6. Setelah tertuang rapi motifnya, Segera masukkan ke dlm freezer hingga adonan motif beku. Baru bisa ditimpa dengan adonan utama.
7. Untuk loyang kedua, terserah kita hendak berkreasi dengan motif apa saja, gunakan Bagian adonan MOTIF KEDUA, beri warna sesuai keinginan, bebas berkreasi. Lakukan step motif sama dgn sebelumnya.

8. Sambil menunggu adonan motif beku, buatlah adonan ke II (adonan utama) 

Buat adonan II ; Kocok putih telur + sebagian gula pasir hingga mengembang, tambahkan sisa gula pasir, kocok lagi sebentar , lalu tambahkan air jeruk nipis, kocok speed sedang hingga soft peak. Kemudian tambahkan tepung maizena ke dalamnya.Kocok hingga merata dan kental/soft peak.
Gabungkan kedua adonan I & II. 
Ambil sebagian adonan putih telur (adonan II), masukkan ke dlm adonan I, aduk ringan merata. Baru setelahnya tambahkan sisa semua adonan II, aduk ringan merata. 
Bagi rata menjadi 2 bagian , yang pertama beri pasta blueberry/pewarna ungu, aduk rata , keluarkan loyang berisi adonan motif dari freezer, tuang adonan pasta blueberry ini di atas motif love tadi. Ratakan ringan saja bagian permukaan atasnya. Siap dioven.

Sementara adonan kedua, gunakan untuk menimpa adonan motif yg kita buat sesuai selera kita tadi, di loyang kedua.

Panaskan oven hingga panas cukup tinggi, sekitar 165-175 derajat Celcius, setelah selesai dituang semua adonan, segera masukkan oven , panggang selama kurang lebih 20-25 menit / hingga matang.

Setelah matang, keluarkan cake dari loyang, lepas kertas roti hati=hati, biarkan hingga dingin/uap panas hilang.
Saat cake sudah dingin. Poles bagian permukaan atas cake (bagian yg kecoklatan) dengan bahan filling agak tebal , lalu gulung rapi , bungkus rapat dgn kertas roti penggulungnya. Simpan sejenak di freezer hingga set/keras. Setelahnya barulah dapat dipotong2 dengan rapi dan cantik, siap dipacking/disajikan.





Sepertinya sudah berusaha mengikuti step by step yang dianjurkan di resep, tapi masih jauh dari bagus hasilnya. Karena melakukan sedikit gerakan seperti menggoyang loyang atau mengetuk- ngetuk loyang untuk meratakan adonan utama di atas adonan motif yang beku yang katanya berakibat fatal  bikin polanya jadi mlungker nggak jelas. Sepertinya terikut gerakan adonan utama, jadi adonan motif bergeser deh. Dan adonan motif rupanya terlalu encer, jadi mbleber. hiyaaa banyak banget salahnya.*tutup muka pakai wajan*

Secara keseluruhan Rol Cake ini rasanya enak, moist. Bisa dijadikan salah satu referensi sajian Roll Cake. Untuk filling, aku pakai cheese frosting yang biasa aku buat dengan komposisi : 200 gram whipcream bubuk, 400 ml air dingin, 400 gram White Cooking Chocolate, 250 gram Cheese Cream . 
Japanesse Roll Cake ini sepertinya memang harus dikerjakan saat hati dan suasana tenang, tidak bisa dibarengi kerja gedabrukan barengan orderan menumpuk. maunya buru- buru. Udah syukur nggak patah sih ya. Tapi tetap belum puas. Nanti pasti akan dicoba lagi. Semangat semangaaaat




Minggu, 30 Desember 2012

IDFB #8 : RUJAK KECOMBRANG


Tiba saatnya mengerjakan challenge ke #8 nya Indonesian Foodblogger yang bertemakan RUJAK. Rujak itu begitu khas Indonesia. Siapa sih yang tidak mengenal rujak? 'Dessert' nya orang  Indonesia ini bisa tersaji dalam berbagai macam sajian. Mulai dari Rujak Ulek, dimana semua bahan sausnya diulek terlebih dahulu baru buah - buahan yang sudah dipotong kita cocolkan ke sambal tersebut. Ada juga Rujak bekbek, dimana semua buah dan bumbu ditumbuk menjadi satu. Ada lagi Rujak Serut, buah - buahan diserut lalu direndam dengan rebusan air gula merah, cabai dan asam jawa. 

Selain buah - buahan , di Indonesia juga dikenal Rujak Cingur. Masakan khas Jawa Timur yang memadukan sayuran rebus dan buah - buahan menjadi satu, dibalur bumbu kacang yang dicampur petis dan ulekan pisang klutuk. Kita juga mengenal Rujak Pengantin, salad khas Indonesia yang penampilannya nyaris mirip gado - gado, hanya berbeda di elemen sayurannya saja.

Untuk challenge kali ini, aku membuat Rujak Kecombrang. Konsepnya menyerupai rujak serut, hanya ada penambahan kecombrang dan manisan belimbing wuluh yang memberi aroma dan rasa yang khas dan berbeda seperti rujak serut biasa.


RUJAK KECOMBRANG

Bahan:
  • 400 g belimbing wuluh, iris tipis
  • 400 g mangga muda, iris tipis --- kalau aku, semua buah  kecuali belimbing diserut
  • 400 g nanas, potong
  • 400 g ubi merah, iris tipis
  • 300 g bengkuang, iris tipis
  • 400 belimbing wuluh, iris tipis
Kuah:
  • 600 ml air
  • 450 g gula pasir
  • 200 g gula merah
  • 20 g asam jawa
  • aku tambahkan 2 sdt garam
  • 10 buah cabai rawit, cincang kasar
  • 6 batang kecombrang, ambil bagian kuncupnya, kupas, iris halus 
Cara membuat:
  1. Manisan belimbing: Rebus irisan belimbing wuluh dengan 200 ml air dan 250 g gula pasir hingga air dan gula menyerap. Sisihkan.
  2. Kuah: Jerang sisa air, gula pasir, gula merah, asam jawa, dan cabai rawit hingga mendidih dan gula larut.  Angkat, saring.  Masukkan irisan kecombrang, jerang kembali di atas api sedang hingga beraroma. Angkat. Biarkan agak dingin.
  3. Masukkan manisan belimbing dan irisan buah lainnya.  Simpan dalam lemari pendingin selama 60 menit hingga menyerap.
  4. Sajikan. 
Untuk 10 porsi

Rujak Kecombrang   Rujak Kecombrang




#tips: kalau menginginkan manisan belimbing wuluh yang masih renyah, memasaknya jangan sampai airnya habis. Namun manisan belimbing wuluh yang manis dan terkaramelisasi akan memberi aroma khas tersendiri.

Rasa rujak ini enak sekali, terutama jika disajikan dingin dan sudah didiamkan minimal 6 jam, karena rasa asam manisnya sudah meresap pada serutan buah. Aroma khas kecombrang juga memberi sensasi unik tersendiri. Selain diserut, buah juga bisa dipotong - potong tipis selayaknya rujak colek.
Selamat menikmati rujak...



Selasa, 20 November 2012

Cerita Roti - 3

Nah, sampai juga kita di babak ke 3 dari Cerita Roti. Kalau di sebelumnya Cerita Roti - 1 dan Cerita Roti - 2 kita membahas tentang bahan - bahan pembuat roti, tahap pembuatan juga masalah yang biasa terjadi saat pembuatan roti, di bagian ke - 3 ini aku tampilkan roti yang kubuat untuk event Bread Week NCC.


Nggak bisa lihat labu parang kuning lagi nganggur, ndilalah nya ada event Bread Week ini langsung deh di eksekusi. Dari resep ini bisa dibuat menjadi 2 macam roti dengan tampilan yang berbeda.

resep dasar dari : Sajian Sedap

400 gram tepung terigu protein tinggi 
1 buah (200 gram) labu kuning kukus, dihaluskan
20 gram susu bubuk 
1 1/2 sendok teh (6 gram) ragi instan 
75 gram gula pasir 
1 butir telur 
1 kuning telur 
100 ml air es 
75 gram margarin 
1 sendok teh garam 

Bahan Olesan (aduk Rata):
1 kuning telur 
1 sendok makan susu cair 

Cara Pengolahan  

  • Campur tepung terigu, labu, susu bubuk, ragi instan, dan gula pasir. Aduk rata.
  • Tambahkan telur dan air es sedikit - sedikit sambil diuleni sampai kalis.
  • Masukkan margarin dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 30 menit. Kempiskan adonan.
  • Timbang masing-masing 30 gram. Bulatkan. Diamkan 10 menit.


Untuk Roti Sobek
  • Giling adonan. Gulung dan bentuk oval. 
  • Letakkan di loyang roti sisir yang dioles margarin dan dialas kertas roti sebanyak 12 buah adonan. Diamkan 75 menit sampai mengembang. Oles dengan bahan olesan. 
  • Oven 25 menit dengan suhu 190 derajat Celsius.


Untuk Roti Labu gulung isi coklat:
  • Giling adonan berbentuk persegi panjang, oles permukan atasnya dengan air, taburi dengan gula palm.
  • letakkan beberapa butir choco chips, lipat dua memanjang, lalu gulung
  • susun gulungan adonan di pinggan tahan panas, diamkan 75 menit, oles dengan bahan olesan.
  • oven 25 menit dengan suhu 190 'C

pumpkin bread Roti sobek labu kuning
Choco Pumpkin roll bread Roti gulung Labu Kuning isi coklat

Resep asli menggunakan kentang, sementara aku menggantinya dengan labu . karena kulihat tekstur daging labu setelah dikukus lebih jemek alias berair dibanding kentang kukus, maka pada saat pemberian air aku hanya pakai sedikit saja, kurang lebih setengah dari takaran asli. Kuanjurkan untuk memasukkan sepertiga bagian air terlebih dahulu, karena kalau kita menggunakan telur dan kebetulan berukuran besar, bisa jadi cairannya akan terlalu banyak. Adonan bisa jadi sangat lembek. Jika sepertiga air sudah dimasukkan tapi adonan belum cukup lemas, baru bisa ditambahkan air lagi.

Roti ini jadinya sangat lembut membelai lidah. Labu membuat warnanya jadi kuning menggoda. Dihidangkan saat hangat ataupun dingin, sama nikmatnya. Roti apa yang kamu buat?


Cerita Roti - 2

......lanjutan dari posting Cerita Roti - 1

Nah di cerita sebelumnya kita sudah membahas tentang bahan - bahan yang sering dipakai dalam pembuatan roti serta garis besar tahapan pembuatannya. Di cerita kali ini aku akan merangkum masalah - masalah yang sering terjadi saat kita membuat roti, serta cara mencegah dan mengatasinya.


Masalah - masalah dalam pembuatan roti serta cara pencegahannya:

1. Kulit roti menebal dan cepat kering, kemungkinan penyebabnya karena adonan mengering selama proses fermentasi akhir. Bisa juga karena suhu pemanggangan yang terlalu rendah, atau waktu pemanggangan terlalu lama sehingga kadar air menguap terlalu banyak.



  • Tutup adonan dengan plastik saat fermentasi akhir
  • Pastikan suhu oven diatur dan lama memanggang sesuai anjuran resep














2. Roti yang dihasilkan cepat berjamur. Kemungkinannya karena roti dikemas dalam kondisi masih panas. tempat produksi dan alat yang kurang higienis, atau produk tercemar oleh bahan/produk lain di sekitar tempat produksi.
  • Bungkus roti dalam keadaan sudah dingin.
  • Bersihkan selalu tempat produksi dan peralatan sebelum dan setelah selesai digunakan. Periksa dan pastikan tidak ada bahan/produk berjamur di sekitar tempat produksi.


3. Kerangka Roti kurang kokoh dan berpinggang, atau permukannya terlalu datar/flat. Kemungkinan penyebabnya adalah kandungan gluten di tepung yang terlalu lemah, waktu pemanggangan roti kurang lama, suhu pemanggangan yang terlalu tinggi, komposisi bahan yang mengandung cairan terlalu banyak (air, susu cair, telur, lemak), protein tepung kurang tinggi.
  • Tambahkan bread improver untuk memperkuat gluten
  • Pastikan waktu pemanggangan dan suhu oven sesuai anjuran pada resep
  • Kaji kembali resep yang digunakan
  • Gunakan tepung protein tinggi

4. Terdapat sobekan di sisi samping roti, kemungkinan penyebabnya adalah jarak antar adonan yang terlalu dekat satu sama lain. Atau karena adonan di roll terlalu tipis/kurang tebal sehingga adonan sobek saat dikembangkan. Bisa juga karena temperatur oven kurang tinggi. Dan bisa juga dikarenakan adonan lengket di loyang.

  • Atur jarak yang cukup antar satu roti dan roti yang lain agar panas bisa sampai ke bagian samping roti yang dipanggang
  • Tidak perlu me-roll roti sampai terlalu tipis, yang penting rata dan gas terbuang dengan baik.
  • Atur suhu oven sesuai dengan anjuran resep.
  • Olesi loyang secara merata dengan bahan pemoles yang disarankan.

5.Donat terlalu menyerap minyak bisa jadi dikarenakan temperatur minyak terlalu rendah, atau waktu fermentasi terlalu lama, kelembaban ruangan fermentasi terlalu tinggi serta terlalu sering dibolak balik saat donat digoreng .
  • Naikkan temperatur minyak di penggorengan
  • Pastikan waktu fermentasi pas
  • Saat penggorengan donat cukup dibalik 2 kali lalu diangkat.














sumber : Diktat Kursus Bogasari Baking Centre
foto: dokumen pribadi


Cerita Roti - 1

Gooong!! Semenjak ditabuhnya genderang event Bread Week di NCC, rasanya sudah gemes aja pengen bikin roti. Selain membuatnya sebetulnya dari dulu pengen sekali menulis hal dan hil tentang pe-roti-an ini. Punya bahan dari beberapa sumber, rasanya sayang kalau tidak dishare di sini. Mumpung punya waktu dan pas moment nya, mari kita tulisken.

Secara umum, bahan-bahan utama pembuat roti adalah sebagai berikut:

Tepung Terigu, bisa menggunakan tepung terigu putih atau tepung whole wheat. Tepung Terigu putih merupakan hasil penggilingan biji gandum endosperm, sementara tepung whole wheat dihasilkan dari biji gandum utuh dan mengandung semua substansi biji gandum.
sumber gambar : http://www.grainchain.com/Resources/11-14/ip_looking-at-wheat-seeds

Tepung Terigu Putih mengandung protein gandum (gluten) yang mampu menahan gas, punya              kemampuan memanjang dan bersifat elastis. Tepung whole Wheat berwarna kecoklatan dan cenderung kasar, umur simpannya tidak terlalu lama karena mengandung lemak germ.


Tepung terigu putih yang tersedia di pasaran terbagi atas kandungan gluten di dalamnya. Tepung terigu protein tinggi mengandung gluten yang paling tinggi sekitar 13-14%, terigu protein sedang mengandung gluten 11- 13% sementara yang protein rendah maksimal 11 %.

Gluten adalah protein tepung yang tidak larut air, sifatnya elastis dan liat. Pengadukan dan pengembangan gluten yang baik akan menghasilkan struktur penahan gas yang baik, hingga volume roti bisa tinggi dan besar.

Ragi   berfungsi untuk mengembangkan adonan dari gas CO2 hasil fermentasi ragi dan gula.  Ragi juga berfungsi untuk memperlunak gluten dengan asam yang dihasilkan saat fermentasi. Ragi pula yang menghasilkan aroma khas pada roti. Ragi ada bermacam-macam. Ragi Segar, Ragi Instan dan Ragi Koral. Penggunaannya pun berbeda beda. Perbandingannya ragi instan : ragi koral : ragi basah = 1:1,5-2: 2,5-3. Penggunaan ragi basah dengan cara diremas-remas lalu dicampur ke adonan roti. ragi instan langsung dicampur ke adonan, sementara ragi koral harus dilarutkan ke dalam air hangat terlebih dahulu. Ragi basah hanya tahan 3- 4 minggu dalam penyimpanan di suhu 1-4'C. ragi instan tahan 12 bulan dalam kemasan kedap udara.

Hindari penggunaan ragi instan yang sudah kadaluarsa atau hampir kadaluarsa. Ragi instan yang kemasan nya sudah terbuka lama/ ragi terpapar udara sebaiknya juga jangan digunakan. Pilihlah ragi instan dalam kualitas paling baik. Untuk penggunaan rumah tangga sebaiknya pakai ragi instan kemasan sachet.

Selain memberi rasa manis, Gula  merupakan 'makanan'nya ragi. Sumber energi untuk ragi. Gula juga memberi warna kecoklatan . Gula juga berfungsi untuk melembutkan gluten, menahan keempukan lebih lama, dan memperpanjang umur simpan. Umumnya, gula yang digunakan adalah gula pasir. Pilihlah yang butirannya halus sehingga gula cepat larut dan pengolahan adonan tidak terlalu lama. untuk pembuatan roti manis perbandingan ragi dan gula adalah 1:7 sementara roti tawar 1: 5. Pemakaian gula lebih dari 8% akan menghambat fermentasi

Garam juga kita perlukan dalam pembuatan roti. Fungsinya untuk membangkitkan rasa gurih dan lezat, menambah kekuatan gluten dan mengontrol waktu fermentasi. Jangan gunakan garam yang mengandung MSG karena akan membunuh ragi. Garam yang baik adalah garam yang larut dalam air, halus dan tidak bergumpal serta bersih.  Garam yang mengandung yodium jika bertemu dengan gluten akan membuat roti yang dihasilkan menjadi putih.

Untuk melarutkan bahan-bahan kering, kita membutuhkan Air/cairan. Air juga berfungsi untuk mengontrol suhu adonan, mengontrol kepadatan adonan serta membantu pembentukan gluten. Air yang kita pakai tidak boleh dalam kondisi basa, dan atau mengandung kapur.

Selain susu bubuk, ,kita juga bisa menambahkan susu cair di dalam adonan roti. Susu dapat memperkuat gluten karena kandungan kalsiumnya. Susu membuat roti menjadi kaya rasa, dan memperkaya nilai gizi . Susu bubuk lebih sering digunakan karena lebih tahan lama penyimpanan, serta bisa menambah daya absorpsi air. Susu evaporate memiliki kadar asin lebih tinggi, perhatikan penggunaan kombinasi penggunaan garam , jangan sampai rasa asin roti berlebihan. Susu UHT juga bisa digunakan. 

Lemak berfungsi sebagai pelumas untuk pengembangan sel yang akan memperbaiki tekstur. Lemak juga mempermudah pemotongan, memberi kelembutan pada roti ,dan memperpanjang umur simpan. Kecuali untuk roti kukus,lemak yang sering digunakan adalah margarine dan mentega (butter). Margarine berasal dari lemak nabati (kelapa sawit),kandungan airnya 16%, 2-4% garam , dan emulsifier. Butter atau mentega terbuat dari lemak susu, kandungan lemaknya 83%, 14% nya air, 3% garam dan mineral lainnya. Sedangkan Shortening terbuat dari lemak nabati yang terdiri dari 99% lemak nabati  dan 1% air. Shortening sering dipakai untuk pembuatan roti kukus atau bakpao.

Telur kita gunakan dalam adonan untuk membuat rasa roti lebih enak, tekstur lebih empuk. telur juga memberi warna pada roti, juga menambah nilai gizi. Kuning telur yang banyak akan menambah kandungan lemak. Putih telur akan menambah kandungan protein.

Bread Improver berfungsi untuk membantu proses pembuatan roti dam hal produksi gas dan penahan gas. Vitamin C yang terkandung di dalam bread improver berfungsi untuk memperkuat gluten. Bread improver juga mengandung pelunak gluten, zat gizi bagi ragi, dan pelembut.

Setelah mengetahui sifat dan fungsi masing - masing bahan, berikut ini adalah tahap-tahap pembuatan roti:
  1. Setelah bahan ditimbang dengan takaran sesuai resep secara tepat, campur bahan kering  (kecuali garam) dengan bahan cair. Sangat tidak dianjurkan menambahkan garam dan margarine di awal mencampur adonan. Penambahan margarine di awal akan membuat adonan jadi gerindilan. Penambahan garam di awal akan membuat roti menjadi kering karena garam menyerap air. Garam jika bertemu ragi secara bebas, akan mematikan ragi. Margarine/lemak dan garam dimasukkan setelah adonan bahan kering dan cair bergumpal rata. 
  2. Pengadukan adonan dilakukan dengan tangan atau mixer khusus, yang tujuannya untuk memastikan semua bahan tercampur merata. Mixing juga berfungsi memastikan hidrasi yang sempurna dari pati dan protein. Menguleni adonan berfungsi untuk pembentukan gluten, pelunakan gluten dan agar kekuatan adonan untuk menahan gas menjadi lebih baik.
  3. Adonan diuleni sampai kalis elastis. Keadaan adonan kalis elastis ini bisa ditandai dengan cara kita ambil sejumput adonan dan kita regangkan melebar. Jika adonan sudah dapat membentuk membran tipis yang tak robek, itu artinya sudah kalis elastis.
  4. ini foto tanganku lho :P
    4. Adonan lalu didiamkan untuk proses fermentasi awal. Pada tahap ini terjadi pemecahan gula oleh ragi menjadi Gas CO2 yang membuat adonan mengembang, Alkohol yang memberi aroma pada roti, Asam yang memberi rasa dan memperlunak gluten dan suhu yang lebih tinggi. Adonan didiamkan selama lebih kurang 30 menit, tergantung pada suhu dan kelembapan udara saat itu. Semakin hangat suhu udara, maka proses fermentasi akan semakin cepat. Setelah mengembang , adonan harus dikempeskan terlebih dahulu agar udara keluar semua.
  5. Setelah adonan dikempeskan, potong dan timbang adonan sesuai yang dibutuhkan. Berat yang seragam membuat bentuk roti sama besar. 
  6. Proses rounding dilakukan untuk membentuk lapisan halus di permukaan adonan, sehingga dapat menahan gas yang dihasilkan, juga untuk memberi bentuk supaya mudah dikerjakan pada tahap berikutnya.
  7. Tahap berikutnya adalah fermentasi lanjutan, yang bertujuan untuk memberi waktu istirahat pada adonan yang sudah di bulatkan, agar adonan rileks dan siap untuk proses berikutnya.
  8. Adonan yang sudah istirahat sekitar 10 menit, dikempeskan lagi lalu dibentuk sesuai yang diinginkan. Jika diberi isian, pada tahap ini lah isi dimasukkan lalu roti dibentuk sesuai keinginan. Baru kemudian diletakkan di catakan/ loyang yang sudah diolesi lemak (agar tidak lengket). Bagian ujuang sambungan diletakkan di bawah. Pastikan jarak adonan cukup untuk roti mengembang.
  9. Proses pengembangan akhir sebelum roti dipanggang dibutuhkan untuk mengembangkan adonan agar mencapai bentuk yang baik. Lamanya proofing sangat tergantung pada suhu dan kelembapan udara. Di suhu ruang , proofing membutuhkan waktu 60-90 menit, tergantung masing - masing resep.
  10. Pemanggangan roti dibutuhkan untuk proses pematangan. Di suhu yang tinggi proses fermentasi berhenti, dan hasilnya roti berhenti mengembang lalu matang. Suhu oven berkisar 160-190'C bergantung jenis oven, ukuran loyang dan jenis roti yang dibuat.
  11. Setelah matang dan dikeluarkan dari cetakan, roti didinginkan di atas rak kawat agar panas bisa keluar dari segala arah. Jika ingin diiris sebaiknya menunggu suhu 30-32'C.
  12. Setelah dingin, biasanya roti akan dikemas untuk mencagah tercemarnya soti dari kotoran atau jamur . Pengemasan juga bertujuan menghindari pengerasan kulit akibat menguapnya kandungan air. Pastikan roti dalam keadaan dingin betul sebelum dikemas, agar tidak cepat berjamur.
*Diolah dari berbagai sumber


bersambung di posting berikutnya ya di Cerita Roti - 2, biar tidak terlalu panjang :)




Senin, 19 November 2012

#IDFB 7 : Kari Ayam

Waduh waduh waduuh, udah ketar - ketir aja bakal gak bisa ikutan challenge IDFB 7 ini. Challenge yang sebelum ini, ketinggalan beneran gak sempet. Naaah, akhirnya kesampaian memenuhi tugas negara (halahh) ini. Challenge kali ini adalah Indonesian Curry/Gulai.



Menu Kari Ayam yang aku buat ini termasuk menu yang cukup sering dibuat di rumah. Suamiku yang notabene orang Sumatera tepatnya Mandailing, suka sekali menyantapnya. Dengan nasi maupun dengan roti Canai. Kebetulan masih punya stock roti canai frozen, jadi deh sekalian dibuat kari/Kare Ayam ini.

Kare Ayam

Kare Ayam 
resep warisan mertua

Bahan:
1 ekor ayam ukuran sedang, potong 10-12
1 butir kelapa tua parut, buat santan kental 500ml, santan encer 1000 ml

minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus:
8 buah bawang merah
7 buah bawang putih
8 buah cabe merah
4 butir kemiri, sangrai sebelumnya
1 batang serai muda potong halus
3-5 cm jahe, potong - potong
3 cm kunyit , potong - potong
2 cm lengkuas, potong - potong 

Bumbu tambahan:
2 batang serai, memarkan bagian pangkalnya
3 cm lengkuas, memarkan
3 lembar daun salam
10-12 helai daun kari (salam koja)

3 butir kapulaga
2 buah bunga lawang
6 butir cengkeh
5 cm kayumanis

4 sdt garam
3 sdt gula pasir

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus hingga wangi. Masukkan sereh, lengkuas, daun salam hingga mulai layu.
2. Masukkan daging ayam hingga setengah matang, tuangkan santan encer.
3. Masukkan cengkeh, kayumanis, kapulaga, bunga lawang, tunggu hingga kuah mendidih kemudian masukkan santan kental.
4. Masukkan daun kari, garam dan gula pasir. Lakukan test icip. Penambahan atau pengurangan garam- gula sesuai selera masing -masing.
5. Masak hingga ayam matang dan kuah mendidih kembali. Sajikan bersama nasi atau roti canai.

Chicken Curry

Daun Kari atau Salam Koja sangat menentukan citarasa dari Kare ini. Menurut penuturan mertua, jika masakan ini menggunakan bumbu halus diatas tanpa ada penambahan daun kari, namanya jadi 'Gulai'. Apalagi jika ditambahkan daun kunyit, maka sah lah masakan ini ditasbihkan sebagai Gulai Ayam. :)
Di sisi lain, ada kare yang berwarna merah menyala, maka didalam bumbu halus itu hampir pasti menggunakan cabe kering. Cabe kering selain memberi warna merah menyala, juga memberi aroma khas pedas memikat. Sayangnya kali ini aku kehabisan stock cabe kering, jadi kurang menyala merah.

kare ayam

Rata - rata orang batak - Mandailing kurang menyukai rasa manis gula pada masakan Kare atau Gulai seperti ini. Jadi gula di resep di atas murni inisiatif ku sebagai wong Jowo yang ngerasa nggak 'nendang' kalau tidak ada aroma manis di kuah Kare ini. Untungnya suamiku sudah terpaksa menyesuaikan lidahnya. Daripada laper pikirnya. Hihihhiii. Jadi please welcome buat yang ingin mengesampingkan penggunaan gula di resep ini. Rasa manis sendiri sebenarnya akan muncul dari santan. Selamat mencoba :)



Sabtu, 21 April 2012

IDFB #4 : Sambal Tuktuk

Heran baca namanya, Sambal Tuktuk? Nah inilah salah satu bukti kekayaan kuliner Indonesia kita tercinta. Dari namanya saja sudah unik ya. Sambal Tuk tuk ini aku buat untuk entry Challenge #4 Indonesian Foodblogger yang diadakan oleh group Indonesian Foodblogger. 

                                  


Anda foodblogger dan belum bergabung? Ah, sayang sekali. Ayo cepat gabung bersama kami,saling sharing dan berkreasi kuliner Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mengenalkan kepada dunia bahwa Indonesia kaya akan ragam kuliner.

Salah satunya sambal Tuk tuk ini. Sambal khas daerah Tapanuli khususnya Mandailing. Bahan pembuat sambal ini sangat beragam. Bisa dari ikan bakar/goreng yang sudah disuwir - suwir, ebi, ikan teri, dan ikan asin jambal yang ditumbuk kasar. Bahan utama tersebut digiling  (diulek) bersama bawang merah, cabe merah/cabe keriting dan garam lalu terakhir diberi kucuran jeruk nipis.

Sambal Tuktuk

Yang aku buat kali ini, mengunakan ebi. Terlebih dahulu ebi rendam air panas hingga lunak. Lalu tiriskan. Icipi sedikit ebi tersebut, jika sudah teras asin, kurangi penggunaan garam. Giling bawang merah, cabe keriting dan cabe rawit tidak usah sampai halus, lalu ebi juga ikut digiling kasar. Tambahkan garam jika terasa kurang asin. Terakhir beri air jeruk nipis. Beberapa orang suka juga menggunakan kemiri yang dibakar terlebih dahulu. Cabe yang digunakan bisa semua cabe rawit jika suka rasa pedas menyengat. Perbandingan bahannya kurang lebih seperti ini:

- 100 gram ebi, rendam air panas, tiriskan
- 6 cabai merah keriting
- 5 cabai rawit merah/hijau
- 1 jeruk nipis,ambil airnya
- 1/2 sendok teh garam

Sambal Tuktuk

Menurut saya, sambal tuktuk ini paling pas disantap dengan nasi panas kepul -kepul, dengan lauk ikan bakar juga sayur gulai daun singkong. Nah, kalau bahan utamanya sudah dari ikan goreng/bakar yang digiling, tidak ada salahnya kita santap sambal ini hanya dengan  nasi. Tetep wueenaaak.

Sambal Tuktuk

 

Pengikut