Tampilkan postingan dengan label tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradisional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2014

Resep : Lapis Beras



Lapis Beras

Bahan :
1000ml santan dari 2 butir kelapa
1sdt garam
2 lembar daun pandan

250 g tepung beras
100 g tepung kanji
275 g gula pasir

Pewarna makanan warna hijau dan merah
Minyak untuk mengoles loyang


Cara membuat:
1. Rebus santan, garam ,dan daun pandan sambil diaduk-aduk hingga santan mendidih. Angkat, biarkan hingga agak dingin.
2. Olesi loyang ukuran 20x20cm dengan minyak. Panaskan dandang, bungkus tutup dandang dengan serbet agar uap air tidak menetes ke loyang.
3. Campur tepung beras, tepung kanji, gula menjadi satu, aduk rata. Tuangkan santan perlahan - lahan, aduk hingga adonan rata dan licin.
4. Bagi adonan menjadi 3 bagian. Beri 3 tetes pewarna hijau untuk bagian pertama, dan 3 tetes pewarna merah untuk bagian kedua. biarkan adonan ketiga bewarna putih.
5. Masukkan loyang ke dalam dandang yang airnya sudah mendidih, masukkan 100 ml (1 sendok sayur) adonan berwarna hijau, tutup kukusan selama 5 menit hingga adonan mengeras. Buka tutup kukusan, tuang lagi 1 sendok sayur adonan hijau, kukus lagi 5 menit. Ulangi terus hingga adonan hijau habis.
6. Tuang 100 ml adonan putih diatas lapisan hijau yang sudah mengeras. Kukus 5 menit. Lakukan berulang hingga adonan putih habis. Lalu lakukan hal yang sama untuk adonan merah. Jika seluruh adonan sudah habis, kukus selama 30 menit hingga seluruhnya matang.
7. Angkat, keluarkan dari dandang, dinginkan. Potong sesuai selera.



Sabtu, 01 Februari 2014

Seruput hangat salam jumpa kembali

......haloooo... ijinkan saya bebersih sarang laba - laba yang sudah hampir memenuhi semua sudut blog ini ya. Seperti halnya rumah jika lebih dari 6 bulan tak tersentuh, selain kusam berdebu pasti juga menyeramkan. Hiiiii...sereeeeem...

Sambil bersih - bersih, saya mau cerita  kenapa kok 'setega' ini saya meninggalkan blog sampai sekian lama. Jadi nih, tiada disangka - sangka tiada diduga, saya kedapetan rejeki luar biasa. Hamil lagi! Alhamdulillah, subhanallah. Ini kehamilan ke-3 saya. Kehamilan pertama saya menghasilkan Ndaru , 6 tahun. Sekarang sudah sekolah kelas 1 SD. Lama menanti, tahun 2012 saya hamil lagi. Tapi hanya bertahan hingga 9 minggu dan harus dikuret. Nah, pasca lebaran tahun 2013 kemarin saya positif hamil lagi! Mengingat pengalaman keguguran sebelumnya saya jadi paranoid. Takut sekali kejadian tersebut berulang . Akibatnya saya jadi ekstra hati - hati. Belum lagi serangan mabok berat trimester pertama, mual sangat. Susah makan, tidak bersemangat. Alhasil sekian waktu mood saya amburadul, termasuk untuk motret dan menulis di blog.

Nah, mood yang memburuk itu merembet ke persoalan lain yaitu mundurnya jadwal terbit buku saya yang kedua. Susah sekali rupanya membangun mood di kala mabok hamil itu ya. Membayangkan harus memasak, menguji coba , setting pemotretan lalu memotret lebih dari 50 masakan sudah membuat saya eneg duluan. Akibatnya malas menyerang dan saya seolah tidak bisa berbuat apa - apa untuk melawannya.  Kondisi badan serba tidak enak itu mulai mereda saat kehamilan saya masuk usia 4 bulan. Baru deh bisa ngebut untuk mengerjakan materi buku kedua. Akhirnya bisa selesai juga 90 set foto itu. Total jendral 500 lebih foto saya hasilkan. Psst, ini bocoran foto - fotonya.


Materinya adalah resep masakan sehari - hari untuk menu sebulan. 1 hari 3 resep masakan dikali 30 hari jadi ada 90 resep. 1 resep ada 3 - 4 foto dari berbagai sudut berbeda. Ditambah foto 3 resep lengkap menu 1 hari . Kebayang kan bagaimana saya mendem ketimbun editan foto - foto tersebut. Hehehhee. Jadi mohon dimaklumi ketidak berdayaan saya ini ya yang akhirnya membuat saya mengabaikan blog ini. Jadwal terbit buku pasti mundur, ya sudahlah. Yang penting sekarang sudah selesai dan kita tunggu saja tanggal terbitnya. Yihaaaaaa...

Nah, mengingat jadwal saya melahirkan adalah awal bulan April, saya lantas berpikir nantinya akan repot sekali buat saya untuk menyusun , motret dan mengolah materi buku ke-3 jika sudah ada adek bayi. Tiba - tiba terlintas pikiran nekad saya untuk ngebut mengerjakan materi buku ke-3 sebelum melahirkan. Saya hanya punya waktu 2,5 bulan lagi dari sekarang ini sodarah-sodarah. Biar nanti adek bayi lahir, saya sudah ayem. Paling tidak materi buku ke-3 saya sudah beres kan, soal terbitnya kapan, penerbit pasti punya rencana sendiri. Yang penting saya sudah siap materinya Doakan saya ya teman - teman. Ini saya kasih bocoran juga. Bisa ditebak kan apa isi materinya. Ditunggu ya, mudah- mudahan lancar semuanya. Aamiin.

Lapis beras  Lemper

Pastel Ayam Dadar gulung

Nah nggak sadar udah ngoceh kebanyakan soal materi buku. Kita kembali ngomongin blog ini yuk. Sudah lumayan bersih kan? Hehhehehe. Jadi pengen sharing resep nih, yang anget - anget mumpung lagi musim hujan dingin (baca: banjir) di Jakarta. Kita buat wedang ronde yuk.

Wedang ronde roti


Wedang Ronde Roti
bahan :
200 gram tepung ketan
50 gram tepung beras
1sdm air kapur sirih
225 ml air putih

2 liter air untuk merebus ronde, didihkan

isi:
200 gram kacang sangrai ditumbuk halus 
100 gram gula pasir

Kuah:
1 liter air
250 gram gula pasir
250 gram jahe, kupas dan memarkan
2 lembar daun jeruk purut

bahan tambahan:
100 gram kacang tanah kupas, sangrai
5 lembar roti tawar, potong kotak dadu 2 cm

Cara membuat :
1. Campur rata bahan isian.
2. Campur bahan ronde  hingga bisa dipulung. Bagi tiga adonan. Beri warna merah dan hijau, satu bagian biarkan berwarna putih.
3. Ambil sedikit adonan, pipihkan, letakkan sedikit bahan isi, pulung hingga membentuk kelereng.
4. Masukkan bola ronde ke dalam air yang sudah mendidih. tunggu hingga mengapung, angkat dan tiriskan. masukkan ke dalam kuah ronde.
5. Siapkan wadah, beri beberapa potong roti tawar . Siramkan kuah jahe panas bersama beberapa butir ronde. taburi dengan kacangsangrai.
Sajikan selagi panas.

Wedang ronde roti

Mmhhmm...kebayang deh menyeruput wedang ronde ini pas sore hari sehabis hujan. Silahkan dicoba ya. Terimakasih sudah menemani saya bersih - bersih. Akhirnya bisa duduk selonjor nyaman lagi di blog ini. Nyeruput wedang ronde aaaah...

Sabtu, 18 Mei 2013

Resep : Dadar Gulung Inti

Dadar Gulung Inti
sumber : Prima Rasa Femina

Bahan Isi:
300 gram kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang.
200 gram gula merah, sisir halus
50 gram gula pasir
200 ml air
2 lembar daun pandan

Kulit dadar:
200 gram terigu
2 butir telur kocok
1/2 sdt garam
2 sdm margarine cair
400 ml santan dari 1/2 butir kelapa

50 ml air suji pandan yang diperoleh dari: 3 lembar daun pandan dan 12 lembar daun suji ditumbuk lalu ditambahkan 30 ml air. Peras, saring airnya sebanyak 50 ml.

Cara membuat:
1. Isi : Campur kelapa, air, gula, dan pandan dalam wajan, aduk rata. Jerang di atas api, aduk terus hingga air mengering dan kelapa berwarna kecoklatan.
2. Dadar : Taruh tepung terigu dalam wadah, masukkan telur kocok, garam, dan minyak goreng , aduk rata. Masukkan santan sedikit demi sedikit, aduk dengan whisk hingga adonan tercampur rata dan licin.
3. Masukkan air daun suji pandan, saring adonan.
4. Panaskan wajan dadar, olesi margarine tipis-tipis. Tuang 1 sendok sayur adonan di atasnya, goyangkan wajan agar adonan menutup rata wajan dadar. biarkan hingga matang, angkat.
5. Isi dadar dengan 1 sdm  inti kelapa, lipat sisi kiri dan kanan, lalu gulung. Lakukan terus hingga adonan habis.
6. Sajikan.

Dadar Gulung


Resep : Getuk Lindri

Getuk Lindri

Bahan:
1 kg singkong
200 gram gula pasir
25 gram margarine

1/2 butir kelapa setengah tua, parut
1/4 sdt garam

1/2sdt pewarna merah/hijau

Cara Membuat:
1. Kupas kulit singkong, potong potong singkong, cuci bersih, kukus hingga matang.
2. Kukus kelapa paruit yang sudah dicampur garam selama 30 menit.
2. Selagi panas, campur singkong dengan gula pasir dan margarine, lumatkan dengan ulekan/alu.
3. Bagi 2 singkong yang telah dilumatkan menjadi 3 wadah. Masukkan pewarna merah satu bagian, pewarna hijau satu bagian, sisanya biarkan warna aslinya.
4. Masukkan masing - masing adonan singkong ke dalam gilingan , proses 2 kali berulang hingga mendapatkan adonan yang halus, terakhir taruh adonan yang keluar di atas telapak tangan. Sesudah adonan keluar 5-6 cm , potong dengan menggunakan pisau. tekan bagian pinggirnya hingga getuk membentuk gembung ke atas. Lakukan sampai adonan habis, ulangi cara yang sama untuk adonan warna lainnya.
5. Sajikan hetuk bersama parutan kelapa yang sudah dikukus.

Getuk Lindri

Jumat, 17 Mei 2013

Resep : Kue Lumpur Pandan

Kue Lumpur Pandan
sumber: Prima Rasa Femina

Bahan:
300 gram kentang
5 kuning telur
2 putih telur
250 gr gula pasir
400 ml santan dari 1 butir kelapa
50 gr margarine, lelehkan
1/4 sdt vanilla extract
1 sdm pasta pandan
1/2 sdt garam
175 gram tepung terigu
1/2  butir kelapa muda, kerok

Cara membuat:
1. Kukus kentang hingga masak, kupas kulitnya selagi hangat, halus lumatkan. Sisihkan.
2. Kocok telur dan gula pasir dengan mikser hingga kental. Masukkan santan, margarine leleh, vanilla extract dan garam. Aduk dengan menggunakan whisk hingga rata.
3. Masukkan kentang dan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk terus hingga adonan halus dan licin. Saring adonan, buang ampasnya. Masukkan pasta pandan, aduk rata.
4. Panaskan cetakan kue lumpur diatas api kecil, dibawah cetakan kue lumpur beri alas berupa loyang bekas yang sudah tidak terpakai lagi.
5. Olesi cetakan dengan menggunakan minyak goreng atau margarine, tuang adonan ke dalam cetakan hingga 3/4 penuh. Lalu tutup cetakan hingga setengah matang.
6. Buka tutup cetakan, letakkan kelapa muda kerok sebagai hiasan. lanjutkan memasak dengan menutup cetakan hingga kue lumpur matang. Keluarkan kue dari cetakan.
7. Sajikan





Selasa, 26 Maret 2013

Latihan Bareng Menghias Tumpeng

Di sela - sela mengerjakan orderan Tumpeng Online , menyusun dan pemotretan buku resep, tawaran dari Mom Elly untuk sharing ilmu menghias tumpeng, jadi seperti acara rekreasi buat saya. Bertemu teman - teman member milis NCC yang berdomisili di Jakarta Barat jadi moment mengasyikan. Betapa besarnya milis kuliner NCC ini hingga walau sudah sering saya ikut kegiatan offair nya pun, masih banyak member yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Termasuk teman - teman yang ikut datang di rumah Mom Elly hari Sabtu 23 maret lalu.

Total yang hadir ada 9 orang termasuk Mom Elly sang tuan rumah. Yang saya kenal lainnya hanya Susyana Chang dan Febi . Walaupun baru pertama bertemu, suasana langsung cair ngobrol seru sambil mulai langsung belajar membuat printilan garnish tumpeng.



Berbagai macam garnish dari wortel, timun jepang, bonggol sawi bokcoy dan cabe merah besar dibentuk sedemikian rupa lalu direndam di air dingin. Garnish - garnish ini sengaja dibuat paling awal , agar kita mendapatkan bentuk mekar yang cantik setelah perendaman di air dingin.
Tahap berikutnya adalah mempersiapkan alas nya. Kali ini alas tumpeng yang digunakan adalah tampah yang kita beri styrofoam kemudian dilapisi daun pisang. Bagian pinggirnya kita hias dengan daun pisang berbentuk segitiga lancip. Lalu sekeliling tampah kita buat juga pagar dari kacang panjang. 

Kacang Panjang berdiri dengan bantuan tusuk gigi, lalu kita lilit dengan kacang panjang lainnya selang seling depan belakang demikian seterusnya hingga membentuk pagar yang cantik.


Jika kita menginginkan alas berbentuk kotak, kita bisa pergunakan triplek dan styrofoam. Untuk tumpeng 10 porsi ukuran alas adalah 40 -45cm. Tahap selanjutnya adalah mempersiapkan wadah lauk berupa takir atau sudi, sayangnya kemaren hanya saya ajarkan berupa demo karena keterbatasan jumlah daun pisang. Selain takir dan sudi, juga bisa dibuat wadah yang terbuat dari kelapa butiran yang dipotong ukir akan membentuk mangkok atau keranjang.


Nah selanjutnya tiba saat mencetak nasi lalu menghiasnya. Nasi kuning tidak harus kita campur beras ketan hanya untuk mendapatkan bentuk yang kokoh. Kuncinya hanya pada saat pencetakan nasi di cetakan, harus ditekan sepadat mungkin, agar mendapatkan bentuk yang padat dan kokoh. Setelah tercetak padat, cetakan tumpeng perlahan kita posisikan bagian tepi cetakannyanya sedikit ke arah pinggir alas, agar ketika dibalik, nasi tumpeng jatuh tepat di tengah alas.



Kemudian tiba saatnya kita bersenang - senang memperindah tumpeng menggunakan garnish yang dari awal sudah dipersiapkan. Yang paling penting dari menghias tumpeng adalah kesesuaian. Jika sebelah kanan sudah ramai, sebelah kiri jangan banyak - banyak garnishnya. Jika tumpengnya kecil, bunganya jangan terlalu besar, karena bagaimanapun tetap gunungan tumpeng yang jadi "Juara" nya. Yuk kita lihat hasil karya peserta.





Bagaimana, keren semua kan hasilnya? Ini baru pertama kali bikin lho, gimana kalau sudah sering ya. Pasti jauh lebih cakep. Dan inilah foto semua peserta latihan bareng hari itu (plus saya berbaju hijau hihhiii) beserta hasil karyanya. Semoga bermanfaat ya. Orderan tumpengnya rame laris manis. Aamiin.
Sampai ketemu di latihan berikutnya.




Rabu, 06 Maret 2013

IDFB#9 : Bubur Pedas Melayu Deli


Ketika mengetahui bahwa tantangan ke-9 dari Indonesian Foodblogger adalah tentang Bubur Gurih (Porridge) , aku langsung teringat akan Bubur Pedas asal Melayu. Dulu, waktu tinggal di Sumatera Utara, dikenalkan oleh keluarga suami tentang keberadaan Bubur Pedas ini. Bubur Pedas khas Melayu Deli ini merupakan sajian langka , yang hanya bisa kita dapati saat bulan Ramadhan tiba. Konon katanya sejak jaman Kesultanan Deli di awal tahun 1900 - an, sudah memiliki kebiasaan untuk berbuka puasa menggunakan bubur pedas ini.

Karena hanya ada pada saat bulan Ramadhan, bubur pedas ini sangat diminati warga  di sana. Saking banyaknya permintaan, para pedagang dan pembuat bubur pedas ini harus memasaknya dalam kuali-kuali besar dan menjajakannya dalam emaber-ember yang juga luar biasa besar. Bahkan di Masjid - Masjid besar di sekitar Kesultanan Deli, bubur pedas ini sengaja disediakan gratis bagi para jamaah yang berbuka puasa di masjid tersebut.

Waktu pertama kali mencicipinya, ekspektasiku sudah tinggi akan merasakan bubur dengan kuah merah yang menggambarkan kepedasannya. Olala, ternyata tidak sepedas yang aku bayangkan. Setelah bertanya ke keluarga suami yang menghidangkannya, rupanya dijelaskan bahwa sebutan 'pedas' pada bubur ini untuk menyebutkan rasa pedas dari rempah - rempah yang menjadi bagian bumbu bubur ini. Keluarga suami juga bertutur bahwa aslinya jaman dahulu kala, ada sekitar 100 bahan yang dimasukkan dalam bubur pedas ini . Mulai dari beras, kacang- kacangan, umbi - umbian, rimpang/bumbu dapur, rempah - rempah serta daun - daunan. Namun seiring bergulirnya waktu, keberadaan rempah - rempah yang tadinya mudah didapat jadi semakin sulit ditemui. Saat ini , paling banyak hanya setengah bahan - bahan dari resep aselinya yang masih bisa dicari untuk dijadikan bahan bumbu bubur pedas ini.

Diantara sekian banyak bumbu rempah dan daun- daunan yang dipakai sebagai bahan bubur pedas, berikut ini yang bisa aku dapatkan infonya.

Beberapa bumbu rempah yang dipakai sebagai bumbu Bubur pedas antara lain : Temu Mangga, Lempuyang, Temu Hitam, Temu Kunci, Jahe, Serai, Jinten Putih, dan Adas Manis.

Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb) sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat atau diolah menjadi jamu. Temu Hitam / Ireng ini mengandung minyak asirizat pati, damar, lemak, mineral dan tanin . Mempunyai banyak manfaat seperti  mengatasi tidak nafsu makan, melancarkan keluarnya darah kotor setelah melahirkan, penyakit kulit seperti kudis, ruam, dan borok, perut mulas (kolik), sariawan,batuk, sesak napas, dan cacingan. 

Lempuyang (Zingiber zerumbet) juga merupakan rimpang akar yang biasa dijadikan bahan obat tradisional atau jamu-jamuan. Lempuyang diketahui mampu menginduksi apoptosis sel-sel kanker (sumber: wikipedia) . Selain itu lempuyang bisa dijasikan obat penambah nafsu makan, mengatasi batuk rejan, alergi makanan laut, penyakit encok dan rematik, serta untuk suplemen penambah darah.

Temu Mangga ( Curcuma mangga) atau yang lebih dikenal sebagai Kuyit Putih . Beberapa manfaat temu mangga sebagai obat tradisional diantaranya adalah sebagai obat maag, diare, penghilang nyeri saat haid, keputihan, serta mengobati jerawat dan bisul. Rimpang Curcuma mangga juga berkhasiat untuk mengecilkan rahim dan untuk penambah nafsu makan.

Temu Kunci ( Boesenbergia rotunda) sering dipergunakan dalam campuran sayur bayam. Afek anti racun yang terkandung didalamnya diketahui dapat menetralisir efek purin dalam rebusan sayur bayam. Temu Kunci ini mempunyai khasiat mengobati sariawan, masuk angin, perut kembung, sukar buang air kecil, gatal-gatal, keputihan, panas dalam, tuberkulosis, dan lain-lain. 




Jinten Putih ( Cuminum cyminum, Linn.) selain untuk bahan bumbu berbagai masakan , juga merupakan pelengkap dari ramuan obat - obatan herbal. memiliki khasiat mengobati sakit Jantung, haid tidak lancar, dan susah tidur. 


Adas manisPimpinella Anisum ) sering digunakan pada masakan - masakan Timur Tengah dan India. Selain untuk memberikan rasa yang khas, Adas  Manis ini juga bermanfaat untuk mengatasi gangguan pencernaan, meredakan sakit gigi , merawat flu dan pilek, dan membantu gangguan susah tidur. 





Selain, rempah - rempah yang telah dijabarkan di atas, Bubur Pedas ini juga terdapat daun - daunan. Terhitung mulai dari daun kunyit, daun mangkokan, daun jeruk, daun, mengkudu termasuk juga daun jambu biji. Weiisss pokoke ruaame banget. 



Daun Mangkokan (Polyscias scutellaria ) merupakan tanaman hias pekarangan yang juga memiliki khasiat antiseptik dan  deodoran,

Daun Jambu Biji  (Psidium guajava) sudah dari dahulu dikenal sebagai obat pencegah diare. Selain itu daun ini dapat mencegah batuk pilek, deodoran alami, menurunkan kadar gula darah serta mengatasi luka memar.

Daun Mengkudu ( Morinda citrifolia) berkhasiat menyembuhkan penyakit ambient, menguatkan kondisi badan yang sedang lemah, melangsingkan tubuh dan melancarkan pencernaan.

Daun Kunyit ( Curcuma Longa)  sudah sering dipakai sehari - hari untuk bumbu masakan. Daun  kunyit juga memiliki manfaat sebagai antioksidan.




Bubur Pedas Melayu Deli
modofikasi dari Resep NOVA

Bahan:
500 gram beras, cuci bersih
150 gram singkong, potong dadu
150 gram ubi jalar , potong dadu
1 buah jagung manis, sisir
200 gram kacang hujau, rendam 6 jam
1000 ml santan dari 1,5 butir kelapa
2 sdt garam


Bumbu 1:
2 ruas temu mangga
2 ruas temu kunci
2 ruas lempuyang
2 ruas temu hitam
3 batang  serai
1 ruas kunyit
Bumbu 2:
1 sdt jintan putih
1 sdt jintan manis
1 sdt ketumbar

Bumbu 3:
3 helai daun kunyit, iris halus
3 helai daun jambu biji muda, iris halus
3 helai daun mengkudu, iris halus
3 helai daun mangkokan, iris halus
5 lbr daun jeruk, iris halus

Cara Membuat: 
1. Cuci bersih bumbu I, sangrai bersama beras hingga kering.  Pisahkan bumbu dan beras, lalu haluskan bumbu 1 dan tumbuk kasar beras.
2. Sangrai bumbu 2 hingga harum, haluskan.
3. Campur bumbu 1 yang dihaluskan dengan kelapa parut, saring bersama santan. 
4. Didihkan santan, masukkan beras dan bumbu 2, masak sampai beras mekar dan tanak. Beri garam.
5.  Masukkan jagung, kacang hijau, singkong, dan ubi, masak sampai bahan ini lunak dan matang.
6. Terakhir, tambahkan aneka daun (bumbu 3) yang sudah diiris halus, aduk rata.

Untuk 15 porsi

Bubur Pedas Melayu Deli

Walaupun begitu banyak rempah dan daun-daunan yang hadir dalam sajian Bubur Pedas ini , namun tidak membuat rasanya kacau. Legit dari singkong dan ubinya masih cukup terasa dan memberi padanan rasa yang manis enak di lidah. Daun - daunan yang dipakai juga tidak membuat rasanya menjadi pahit, malahan hampir tidak memberi pengaruh rasa apapun. 

Jika mengingankannya, Bubur Pedas ini bisa dipadukan dengan udang segar yang ikut dimasak bersama beras dan santan. Selain itu ada beberapa sumber yang menambahkan kacang panjang, wortel, daun bangun-bangun, daun kangkung, kacang tanah, ikan teri, daging sapi, dll sesuai seleranya masing - masing. Untuk bumbunya juga dapat menambahkan lengkuas serta salam.

Bubur Pedas Melayu Deli

Yang pasti, setelah akhirnya mengetahui beragam khasiat dari rempah dan daun-daunan yang dipakai sebagai bahan Bubur Pedas ini, pantas saja ya Kesultanan Deli begitu menggemarinya. Selain memang rasanya yang gurih dan legit,  menyantap Bubur Pedas ini tentu saja menyehatkan tubuh. Siapa tahu ada yang bertandang saat bulan Ramadhan ke Medan- Stabat - Asahan dan sekitarnya, jangan lupa mencobanya. Atau bisa dicoba resep di atas untuk icip - icip sebelum merasakan aselinya yang dimasak di kuali besar. 

Minggu, 30 Desember 2012

IDFB #8 : RUJAK KECOMBRANG


Tiba saatnya mengerjakan challenge ke #8 nya Indonesian Foodblogger yang bertemakan RUJAK. Rujak itu begitu khas Indonesia. Siapa sih yang tidak mengenal rujak? 'Dessert' nya orang  Indonesia ini bisa tersaji dalam berbagai macam sajian. Mulai dari Rujak Ulek, dimana semua bahan sausnya diulek terlebih dahulu baru buah - buahan yang sudah dipotong kita cocolkan ke sambal tersebut. Ada juga Rujak bekbek, dimana semua buah dan bumbu ditumbuk menjadi satu. Ada lagi Rujak Serut, buah - buahan diserut lalu direndam dengan rebusan air gula merah, cabai dan asam jawa. 

Selain buah - buahan , di Indonesia juga dikenal Rujak Cingur. Masakan khas Jawa Timur yang memadukan sayuran rebus dan buah - buahan menjadi satu, dibalur bumbu kacang yang dicampur petis dan ulekan pisang klutuk. Kita juga mengenal Rujak Pengantin, salad khas Indonesia yang penampilannya nyaris mirip gado - gado, hanya berbeda di elemen sayurannya saja.

Untuk challenge kali ini, aku membuat Rujak Kecombrang. Konsepnya menyerupai rujak serut, hanya ada penambahan kecombrang dan manisan belimbing wuluh yang memberi aroma dan rasa yang khas dan berbeda seperti rujak serut biasa.


RUJAK KECOMBRANG

Bahan:
  • 400 g belimbing wuluh, iris tipis
  • 400 g mangga muda, iris tipis --- kalau aku, semua buah  kecuali belimbing diserut
  • 400 g nanas, potong
  • 400 g ubi merah, iris tipis
  • 300 g bengkuang, iris tipis
  • 400 belimbing wuluh, iris tipis
Kuah:
  • 600 ml air
  • 450 g gula pasir
  • 200 g gula merah
  • 20 g asam jawa
  • aku tambahkan 2 sdt garam
  • 10 buah cabai rawit, cincang kasar
  • 6 batang kecombrang, ambil bagian kuncupnya, kupas, iris halus 
Cara membuat:
  1. Manisan belimbing: Rebus irisan belimbing wuluh dengan 200 ml air dan 250 g gula pasir hingga air dan gula menyerap. Sisihkan.
  2. Kuah: Jerang sisa air, gula pasir, gula merah, asam jawa, dan cabai rawit hingga mendidih dan gula larut.  Angkat, saring.  Masukkan irisan kecombrang, jerang kembali di atas api sedang hingga beraroma. Angkat. Biarkan agak dingin.
  3. Masukkan manisan belimbing dan irisan buah lainnya.  Simpan dalam lemari pendingin selama 60 menit hingga menyerap.
  4. Sajikan. 
Untuk 10 porsi

Rujak Kecombrang   Rujak Kecombrang




#tips: kalau menginginkan manisan belimbing wuluh yang masih renyah, memasaknya jangan sampai airnya habis. Namun manisan belimbing wuluh yang manis dan terkaramelisasi akan memberi aroma khas tersendiri.

Rasa rujak ini enak sekali, terutama jika disajikan dingin dan sudah didiamkan minimal 6 jam, karena rasa asam manisnya sudah meresap pada serutan buah. Aroma khas kecombrang juga memberi sensasi unik tersendiri. Selain diserut, buah juga bisa dipotong - potong tipis selayaknya rujak colek.
Selamat menikmati rujak...



Sabtu, 21 April 2012

IDFB #4 : Sambal Tuktuk

Heran baca namanya, Sambal Tuktuk? Nah inilah salah satu bukti kekayaan kuliner Indonesia kita tercinta. Dari namanya saja sudah unik ya. Sambal Tuk tuk ini aku buat untuk entry Challenge #4 Indonesian Foodblogger yang diadakan oleh group Indonesian Foodblogger. 

                                  


Anda foodblogger dan belum bergabung? Ah, sayang sekali. Ayo cepat gabung bersama kami,saling sharing dan berkreasi kuliner Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mengenalkan kepada dunia bahwa Indonesia kaya akan ragam kuliner.

Salah satunya sambal Tuk tuk ini. Sambal khas daerah Tapanuli khususnya Mandailing. Bahan pembuat sambal ini sangat beragam. Bisa dari ikan bakar/goreng yang sudah disuwir - suwir, ebi, ikan teri, dan ikan asin jambal yang ditumbuk kasar. Bahan utama tersebut digiling  (diulek) bersama bawang merah, cabe merah/cabe keriting dan garam lalu terakhir diberi kucuran jeruk nipis.

Sambal Tuktuk

Yang aku buat kali ini, mengunakan ebi. Terlebih dahulu ebi rendam air panas hingga lunak. Lalu tiriskan. Icipi sedikit ebi tersebut, jika sudah teras asin, kurangi penggunaan garam. Giling bawang merah, cabe keriting dan cabe rawit tidak usah sampai halus, lalu ebi juga ikut digiling kasar. Tambahkan garam jika terasa kurang asin. Terakhir beri air jeruk nipis. Beberapa orang suka juga menggunakan kemiri yang dibakar terlebih dahulu. Cabe yang digunakan bisa semua cabe rawit jika suka rasa pedas menyengat. Perbandingan bahannya kurang lebih seperti ini:

- 100 gram ebi, rendam air panas, tiriskan
- 6 cabai merah keriting
- 5 cabai rawit merah/hijau
- 1 jeruk nipis,ambil airnya
- 1/2 sendok teh garam

Sambal Tuktuk

Menurut saya, sambal tuktuk ini paling pas disantap dengan nasi panas kepul -kepul, dengan lauk ikan bakar juga sayur gulai daun singkong. Nah, kalau bahan utamanya sudah dari ikan goreng/bakar yang digiling, tidak ada salahnya kita santap sambal ini hanya dengan  nasi. Tetep wueenaaak.

Sambal Tuktuk

Senin, 05 Maret 2012

Ketupat Ketan

Bikin Ketupat di saat bukan Lebaran itu seru. Karena ternyata tidak terlalu mudah mendapatkan selonsong ketupat yang sudah siap pakai di pasaran. Kadang - kadang memang ada yang jual, e lha kok ndilalah pas pengen bikin malah tidak ada yang jual di Pasar dekat rumah.

Penasaran ya kenapa heboh bikin Ketupat padahal bukan Lebaran? Ini lho, Di NCC lagi happening Lontong - Ketupat Week. Sebuah event online yang dapat diikuti oleh semua member NCC di manapun mereka berada, tinggal setor hasil kreasi masing - masing untuk diupload  oleh host event ini ke blog Lontong Ketupat Week yang sudah dibuat. Mau lihat kreasi teman - teman yang lain? Bisa lihat di sini ya.

Untuk event heboh yang satu ini, aku bikin Ketupat Ketan. Selain menggunakan beras nasi, Ketupat juga bisa  diisi dengan Beras Ketan. Kalau ketupat nasi direbus dengan air biasa, Ketupat ketan direbus dengan santan. 


Ketupat Ketan

1 liter beras ketan, cuci , rendam dengan santan selama 1 jam
15 buah selongsong ketupat ukuran sedang
4 liter santan dari 2 butir kelapa
3 batang serai
3 ruas lengkuas
4 lembar daun salam
2sdt garam

Ketupat ketan
  • Tiriskan santan dari santan perendam (jangan dibuang, santan akan dipakai untuk merebus ketupat)
  • Masukkan beras ketan ke dalam selonsong ketupat hingga penuh namun tidak padat, masih ada ruang 1 cm dari sudut ketupat.
  • Masukkan ketupat dalam panci berisi santan, masukkan bahan lainnya
  • rebus ketupat hingga 4 - 5 jam dengan api kecil hingga ketupat matang dan kuah santan mengental

ketupat ketan

Di tanah Sumatera ketupat ketan ini juga lazim dihidangkan pada musim Lebaran. Selain dinikmati langsung, Ketupat ketan juga biasa tersaji dengan pendamping Tape Ketan Hitam atau dengan Rendang. Terbayang kan gurih nikmatnya si ketan ini bersanding dengan rendang. Paduannya menjadikan hidangan ini cukup unik dan dicari - cari (paling tidak oleh ku :D)

ketupat ketan

Ohya, karena susah mendapatkan selonsong ketupat siap pakai, akhirnya kuputuskan bikin selonsong ketupat sendiri. Dibantu asisten yang memang sudah fasih membuat, kami ambil janur dari lapangan komplek (dengan bonus kelapa mudanya tentu), lalu kami buat sendiri selonsong ketupat ini. Sedikit rumit buat pemula, namun dengan banyak mencoba mudah - mudahan terbiasa. 

Berikut ini step by step pembuatan selonsong ketupat. Semoga cukup jelas menerangkan tahapan demi tahapannya.



Jumat, 03 Februari 2012

Beras Kencur


Indonesian Foodblogger adalah sebuah grup di Facebook tempat berkumpulnya para Foodie blogger asal Indonesia, di manapun mereka sekarang berdomisili. Selain sharing hasil ujicoba dapur baik resep maupun foto, Indonesian Foodblogger secara berkala mengadakan challenge buat anggotanya. Sebelum ini, sudah digelar challenge pertama: Food by it's country dan challenge ke 2: Indonesian Snack. kebetulan aku juga ikut serta di kedua challenge yaitu Buntil dan Serabi. Nah, untuk Challenge ke-3 dengan tema: Indonesian Beverage, aku ikutan juga nih dengan membuat Beras Kencur.

beras kencur

Beras Kencur merupakan minuman tradisional yang cukup populer di masyarakat Indonesia, terutama bagi penggemar jamu - jamuan. Rasanya manis, segar dan beraroma kencur serta jahe. Biasanya, Beras Kencur bisa dibeli di penjual jamu gendongan, sepedaan , atau warung - warung penjual jamu. Ada yang masih dibuat dengan cara tradisional, tapi sudah banyak juga Beras Kencur sediaan bubuk hasil produksi pabrikan, sehingga untuk meminumnya perlu diseduh lagi dengan air panas.

Untuk membuat sendiri beras Kencur, tidaklah sulit. Bahan - bahannya pun mudah didapat. Hanya untuk takaran serta komposisinya yang mesti diperhatikan jika ingin rasanya pas sesuai selera. Beras Kencur yang kubuat kali ini menggunakan bahan - bahan sebagai berikut:
  •  3sdm beras, sangrai lalu rendam dengan air mendidih 100ml selama 2 jam, lalu tiriskan.
  •  2 ruas kencur atau kurang lebih 50gram kencur, kupas
  •  1 ruas jahe kupas, jika ingin terasa lebih pedas gunakan jahe merah
  •  2 sdm asam jawa, rendam sebentar dengan air, remas - remas, lalu saring
  •  125 gram gula merah, sisir tipis
  •  1 liter air
  •  Garam sedikit saja.

Cara membuat:
  • tumbuk hingga halus menggunakan lumpang: beras, kencur, jahe,  bisa juga dipergunakan blender dengan bantuan sedikit air
  • Rebus air bersama gula merah dan garam hingga mendidih, lalu masukan beras kencur jahe yang sudah ditumbuk halus. didihkan kembali, lalu saring.
  • beras Kencur siap dihidangkan
Rasa beras kencur yang enak tergantung selera masing - masing. Ada beberapa orang yang suka menambahkan perasan jeruk limau atau jeruk nipis untuk menambahkan kesegaran. Ada juga yang menambahkan kapulaga untuk memberi aroma rempah dan efek hangat di badan.

A cup of Beras kencur

Minuman beras kencur ini dipercaya memiliki khasiat beragam, seperti menambah nafsu makan, menghilangkan pegal linu dan kecapekan, penambah tenaga, megurangi radang lambung, mengatasi sakit maag, dan menjaga stamina tubuh.

beras kencur


Selain disajikan hangat, Minuman Beras Kencur ini juga sedap disajikan dingin bersama es Batu. Sudah pernah coba?

 

Pengikut