Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2014

Menyambut Lintang

Alhamdulillah, yang dinanti-nanti telah tiba.

Kehamilan kedua yang penuh cerita ini,  diakhiri dengan kehadiran anak kedua kami "Lintang Ahmad Ghazi Siregar".

Tanggal 3 April, ketika usia kehamilan masuk 39 minggu, aku kontrol ke dokter. Sewaktu di USG tampak air ketuban sudah mulai berkurang. Dokter menanyakan apakah siap untuk diransang induksi supaya adek bayi cepat lahir mengingat kondisi air ketuban yang sudah mulai berkurang. Berhubung sudah pernah merasakan induksi di persalinan Ndaru anak pertama, oke sajalah mengiyakan saran dokter.

3 April 2014 jam 17.00, bersama suami yang sengaja ijin dari kantor, kami datang lagi ke Rumah Sakit. Setelah mendaftar ke administrasi rawat inap, aku langsung menuju bagian persalinan. Setelah semua pemeriksaan lengkap, pukul 18.00 cairan infus induksi mulai dimasukkan. Aku masih bisa mondar mandir ke kamar mandi. Jam 19.00 diperiksa dalam , masih pembukaan 1. Bidan jaga menyarankan aku untuk tidur untuk menyimpan energi.

Jam 23.00 aku terbangun karena ingin buang air besar. Sudah mulai terasa sedikit kontraksi, namun ringan hampir tidak terasa. Diperiksa, masih bukaan 2cm. Ah pasti besok siang nih lahirnya, aku pikir saat itu. Lalu aku lanjutkan tidur.

4 April 2014 jam 03.00 , kontraksi terasa semakin menguat. Suami yang sebelumnya aku minta istirahat di ruang rawat , aku minta turun  ke bagian bersalin karena pinggangku mulai terasa tidak nyaman saat kontraksi datang. Lumayanlah, ada yang elus punggung. Kami masih ngobrol santai saat itu sambil sesekali aku cengar cengir menahan sakit kontraksi yang datang. Jam 04.00 suami mengeluh sakit perut, dan mau buang air besar di kamar rawat.  Sekitar 20 menit kemudian, suamiku belum hadir lagi, rasa kontraksi yang sangat kuat datang disusul pecahnya ketuban. Aku langsung panggil bidan jaga. Bidan belum sampai ke ranjangku, tiba- tiba datang rasa mulas luar biasa yang mengajakku untuk mengejan. Waduuuh, aku langsung panik...lho kok udah ngajak ngeden aja nih. Bukannya jam 11 tadi masih bukaan 2? Kok cepat sekali. Bidan buru-buru periksa dalam, ternyata sudah bukaan 9!! Jiaaaa...heboh bidan dan perawat jaga memindahkanku ke ruang bersalin. Aku buru - buru telpon suami untuk turun lagi ke ruang bersalin.

Jam 04.30 , aku sudah mulai mnegeluh tidak bisa menahan rasa ingin mengejan. Subhanallah rasanya itu seperti menahan buang air besar sebesar bola volly yang sudah diujung. Keringat mengucur deras. Bidan mengintruksikan untuk aku alihkan konsentrasi dengan cara ambil nafas dalam dan buang perlahan. Walahhh....susahnyaaa... Untung tidak terlalu lama, dokter datang, dan aku langsung diperbolehkan untuk mengejan karena bukaan sudah lengkap.

Dan subhanallah, dengan tanpa kesulitan, cukup sekali mengejan saja, maka lahirlah Lintang.Alhamdulillah wala ila ha Illalahu Allahu Akbar. Rasanya sungguh luar biasa. Tak terlukiskan bahagianya kami. Allah memberi kelancaran pada proses kelahiran ini.

Alhamdulillah, sekarang Lintang sudah berusia 2 minggu.
Mohon doanya agar Lintang selalu sehat, jadi anak yang sholeh dan bermanfaat buat ummat. Aamiinn
Photo by ARAphotovideo

Kamis, 27 Juni 2013

Ndaru di Hari Kartini

Walaupun sudah jauh lewat dari tanggal 21 April, tapi rasanya sayang kalau penampilan Ndaru dan teman - temannya di Hari Kartini tidak didokumentasikan serta dishare di sini. Walaupun acara  berlangsung sederhana internal sekolah saja, namun sangat terasa keseruannya. Melihat penampilan genit anak Tk mengenakan baju adat jadimengundang senyum kita semua yang hadir.

Ndaru sendiri sangat bersemangat melakoninya. Bahkan khusus minta ke salon untuk sanggulan. Untuk bajunya, niatnya sih mau cari baju adat Mandailing. Tapi kok ya dicari blusukan di Pasar Jatinegara nggak ketemu yang sesuai dengan pakaian adat aselinya. Daripada sayang udah capek - capek nyari, aku kepikiran beli baju kebaya beludru adat jawa, mana tahu Ndaru mau dipakein baju Jawa (kan emaknya Jawa, hehhehee). Eladalah, si ndaru nya ngotot mau pakai adat batak. Setelah dibujuk - bujuk akhirnya dia mau juga pakai kebaya beludru itu, dia bilang "Ok de, Ndaru emang separuh batak separuh Jawa".


Dan jadilah perpaduan itu. Ulos batak warna jingga dipadu dengan kebaya beludru. Untuk hiasan rambut, aku sesuaikan dengan warna ulosnya. Hiasan ini harganya Rp. 7.500,- saja di Pasar jatinegara. Sementara ikat kepala nya ini aku beli di Tomok, danau Toba. Udah lama lho belinya, bukan beli khusus untuk acara Ndaru ini, hihihihii. Niat banget kalau gitu ya...

Saat tiba di sekolah, teman - teman Ndaru juga sudah siap dengan baju adatnya plus dandanan yang seru. yang perempuan cantik semua, yang cowok ganteng gagah. Pada manglingi semua deh.




Setelah semua anak berkumpul, acara di buka dengan pawai keliling lingkungan sekolah. Ihiiiy, seru banget deh mereka kecil - kecil pakai kain jalan ketimik - ketimik. Mumpung masih seneng nih ya mereka, kalau udah besar pada malu kali. :D. Perjalanan pawai tidak terlalu lama, hanya keliling komplek lingkungan sekkolah saja, lalu rombongan kembali lagi ke sekolah untuk segera mulai acara Fashion Show.


Seru banget deh melihat anak - anak manis imut ini jalan berlenggak lenggok seolah melakukan peragaan busana. Walau ada yang ragu dan malu tapi semua bisa tampil bagus dan percaya diri.






Jumat, 17 Mei 2013

Family Trip: Pulau Belitung part 2.

Bangun pagi masih dengan semangat tinggi. Masih hari untuk jalan - jalan pastinya. Sarapan di hotel Grand Hatika, tempat kami menginap. Seluruh rombongan selesai sarapan dan berkumpul di loby hotel jam 8 pagi. Menaiki bis yang sama, kami dibawa ke pantai Tanjung Kelayang, untuk persiapan menyeberang menuju Pantai Lengkuas. Kata tour leadernya , hari ini kami akan lupa daratan, karena seharian main di laut. Yuhuuuuu, seru banget!






Mendung tebal mengiringi keberangkatan kami menaiki perahu lepas dari Pantai Tanjung Kelayang. Sebelumnya kami dianjurkan mengenakan pelampung untuk berjaga - jaga. Dengan total rombongan kami yang banyak, harus menggunakan 2 perahu untuk mengangkut kami semua. Perahu kayu tersebut mampu mengangkut 15-20 orang kurang lebih. Digerakkan oleh motor di bagian belakang Perahu.





Meskipun mendung, namun angin laut sangatlah bersahabat. Ombak pun tenang mengiringi keberangkatan kami dari bibir pantai Tanjung Kelayang, menyusuri gugusan pulau - pulau kecil jajaran kepulauan Belitung. Terhampar indah di hadapan kami pulau -pulau kecil dengan ciri khas batu- batu granit yang luar biasa besar.

Setelah perjalanan sekitar 20 menit, kami dibawa ke Pulau Pasir. Pulau Pasir ini hanyalah pulau kecil berukuran diameter 8 - 10 meter saja, dan yang terlihat hanyalah gundukan pasir. Pada saat laut pasang, pulau ini bahkan terendam dan tidak nampak dari permukaan air. Di pulau ini banyak terdapat bintang laut. Sehingga binatang ini menjadi favorit objek foto. Walaupun saat itu hujan sudah mulai turun, kami tak segan untuk turun dari kapal, lalu bermain di hamparan pasir putih Pulau Pasir. Selain itu, menyelam di air lautnya pun, airnya putih bening. Foto di dalam air nampak seperti di dalam kolam.








Setelah puas bermain di Pulau Pasir, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas merupakan tempat wisata favorit di Belitung. Daya tarik utamanya adalah keberadaan Mercusuyar yang dibangun sejak jaman Belanda, yang sampai saat ini masih berfungsi dengan baik. Pulau Lengkuas sama dengan umumnya pulau - pulau di Belitung lainnya, terdapat hamparan batu- batu granit yang menebar hampir rata di pantainya.  Pasirnya putih halus, pantainya jernih, membuat kita semua betah berlama- lama menikmati alam. Di pulau ini, kami menghabiskan waktu sepanjang siang untuk makan siang serta snorkeling. Sementara anak - anak kecil bermain pasir di pinggir pantai.








Selain kami sekeluarga besar ini, Pulau Lengkuas juga ramai dikunjungi oleh wisatawan lainnya. Cukup ramai juga hari itu. Masing - masing rombongan berkelompok untuk makan siang, sisanya menikmati alam Pulau lengkuas. Makan siang kali ini kami disuguhi banyak makanan enak. Mulai dari ikan bakar, cumi bakar, perkedel kepiting, udang goreng, dan lauk sayur lainnya yang tak kalah nikmeh. Kebayang kan setelah seru bermain air laut, lalu menikmati makan siang bersama dengan keluarga.



Dengan menaiki mercusuar setinggi 18 lantai ini, kita bisa melihat pemandangan yang menakjubkan ini. Hamparan laut Cina Selatan membentang luas sejauh mata memandang. Birunya laut, putihnya pasir, dihiasi hitam cerah batu granit serta jajaran perahu kayu yang bersandar menambah lengkap eksotisme pemandangan Pulau Lengkuas.


Tak terasa waktu menjelang sore kami harus meninggalkan Pulau Lengkuas. Walaupun terasa mulai lelah, ternyata petualangan kami tidak berhenti sampai di Pulau Lengkuas saja. Setelah kurang lebih 10 menit kami meninggalkan bibir pantai Pulau Lengkuas, tour guide mempersilahkan kami untuk masuk lagi ke laut dan menyaksikan keindahan bawah air. Wah, serentak kami semua nyebur lagi. Perlengkapan snorkeling terpakai semua. Ada kurang lebih 30 menit kami di spot ini menyaksikan kehidupan dalam laut. Kebetulan masih di perairan dangkal sekitar 5-7 meter, jadi bagi kami yang sedikit pengalaman menyelam dan snorkeling tidak terlalu khawatir. Jadi deh berasa punya kolam air laut sendiri.




Setelah puas snorkeling, kami bergerak pulang menuju Pantai Tanjung Kelayang. Walau badan letih, tapi puas rasa hati. Kebersamaan dan pengalaman seru yang tak terlupakan. Kehangatan keluarga kami bertambah rasanya setelah puas seharian bermain bersama di keindahan pulau - pulau Belitung. Setibanya di pantai Tanjung Kelayang kami langsung mandi dan berganti pakaian, sambil juga menikmati pisang goreng serta empek - empek khas Belitung. Oh sungguh, nikmat Allah mana lagi yang hendak kita dustakan?

--------

Hari ke- 3 di Belitung adalah hari terakhir kami di sini . Karena jadwal pesawat jam 12 siang, tidak banyak tempat yang bisa kami kunjungi lagi. Kami hanya sempat berfoto di Bundaran Batu Satam kota Tanjung Pandan dan mampir sebentar di Museum Belitung. Museum Belitung berupa rumah adat Belitung, yang di dalamnya terdapat berbagai jenis pernak - pernik adat Melayu Belitung.












Rasanya waktu 3 hari tidak cukup buat kami untuk menikmati Belitung. Pemandangan alam nan elok, suasana nyaman menyenangkan, makanan yang enak segar memuaskan. Semoga masih ada umur panjang, badan sehat, langkah ringan untuk kami bisa kembali lagi menikmati keindahan alam Pulau Belitung. Buat teman - teman yang belum pernah, ayo segera ke Belitung. Dijamin bakal ngangenin (bikin kangen). Sumpah! *acung dua jari*

Salam takzim, sampai berjumpa lagi bumi Batu Satam..

 

Pengikut