Tampilkan postingan dengan label sisipan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sisipan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

Sambil menungu pagi...

Malam ini, sambil menunggu pagi, baru sadar kalau blog ini kok kayanya jadi anak tiri. Padahal banyak hal mau dibagi. Kayanya mesti satu - satu ya. Yang berikut ini ringkasannya saja. Mudah- mudahan mulai esok bisa mulai banyak bercerita lagi. *janji yang didengar malaikat triiing

Seperti sudah melewatkan kursus scrap  berikutnya, bersama Ria Nirwana. Kali ini temanya Back to School. berhubung Ndaru belum sekolah, jadi belum ada foto yang bisa dipasang. Hhehehehehhe.

Album Scraps Back To school

Janji deh , nanti kalau sudah ada foto Ndaru di sekolah, bakal di share di sini. Dalam ulasan tersendiri.

Lalu sebetulnya juga pengen cerita banyak, tentang pengalamanku pertama kali menjadi Food Stylist pemotretan Buku NCC. Buku ke 3 dalam seri Buku Resep Anti Gagal.


Rasanya bangga bener nih bisa ikutan dalam proyek pemotretan buku ini. Jadi belajar banyak hal tentang styling makanan. Ini salah satu foto makanan yang aku styling di buku itu. Foto di bawah ini milik sang fotografer: Riana Ambarsari., yang juga guruku.

Sup Tomat Bola Ayam

Gimana, apakah aku berhasil membuatmu pengen menjilatnya? Hihihihii

Selain pekerjaan - pekerjaan tadi, aku juga nggak kalah pengen cerita tentang tempat nongkrong minum kopi favoritku: Sabang 16. Atmosfernya itu lho, jadi pengen balik ke sana terus.

Cappuccino

Oke, sudah larut kini. Mulai besok berjanji akan senantiasa berbagi banyak. Bercerita tentang lembar demi lembar. Langkah tiap langkah. Bukan karena apa - apa. aku sendiri ingin mengenang setiap hela ini, sebagai indah.

Kamis, 26 Agustus 2010

Pada Suatu Sore

Ini cerita tentang tawa.

Ya.
aku, kamu , dia dan dia.

Pada suatu sore, 
dimana sebuah kekonyolan membuat kita mentertawakan hidup.
dan seseorang di sudut lain kota,
tak berhenti berceloteh tantang kesepiannya.

Semua penat, degup jantung dan kecemasan
terbayar oleh hangatnya cinta 






 lalu malam menjemput kita dengan senyum



Ya, ini sore penuh tawa.
meskipun sebelumnya kita hampir menangis dibuatnya.


Selasa, 24 Agustus 2010

Flores ; next destination

Ini mungkin cuma sekedar catatan kerinduan tentang sebuah perjalanan. 
Bersama seorang sahabat. Lama tak jumpa, lama tak memeluknya. 
5 tahun bukan waktu sebentar untuk membuat rindu jadi rajutan dendam
Berdua kami taati sebuah ketentuan hidup,
Jadi istri, jadi ibu dan berjuang di jalan hidup kami masing -masing.
Selama lebih dari ribuan malam,
Kami berdua hanya berbalas sajak tentang kerinduan akan sebuah perjalanan.
Lalu saat itu datang, menyergap tiba - tiba tanpa komando peluit sang komandan
sama - sama mentertawakan kehidupan, selisip kerinduan ini berunjuk rasa

Harus, kita harus bertemu! 
atau kita akan kembali hanyut pada pusaran waktu yang menjebak kita pada rutinitas ini.
dan kesepakatan pun tertoreh,
Flores, akan jadi tujuan perjalanan.
Flores akan jadi sebuah soundtrack pertemuan kami
Flores akan jadi nyanyian dalam jejak kami

Dan mari kita tunduk kepala, Sahabat
aku merengkuhmu dalam bulir malam
semoga semesta mendengar .

Foto milik si eNur, sahabatku.


si cantik dan buruk rupa, hihihiii

Selasa, 22 Juni 2010

"Believe" - my first scrapbook.

Hidup seperti kumpulan keping puzzle, menurutku. Semuanya seharusnya terangkai dalam satu harmoni indah. Rahasia alam lah yang memecah keping demi kepingnya. Dan kebesaran semesta pula yang seenaknya mempersatukan setiap elemennya.

Dalam sebuah perjalanan waktu, aku berhenti dan terhenyak pada suatu pemandangan berisi banyak hal tentang Scrap. Padahal saat itu, yang kucari hanya selembar karton duplex.... hahahhaha,  kita tidak pernah tahu bukan bagaimana Tuhan bekerja.
Ya, Scrap telah diam- diam mengusik,  menggelitik  jiwaku, masuk ke relung terdalam. Bukan tergelap, pastinya..hehhehee.

Dan dia hanya tidur lelap, cantik seperti Putri yang menanti Pangeran datang membawa mercy eh kuda maksudnya, berlutut dihadapannya, mengecup bibirnya..dan ambooiii.... STOOP!! Tidak, tidak begitu sebenarnya. Scrap jadi sebuah cita - cita. Scraps jadi tujuan. Bukan cuma khayalan.

Lalu datanglah saat dimana aku hanya bisa ternganga-nganga ( jangan cari kata ini di Wikipedia please..). Ketika setiap keping demi keping debu kehidupan seperti membangun jalannya untukku menuju tujuan ini.  Adalah seorang makhluk Tuhan yang boleh dikata dia guruku: Riana, yang telah menghidupkan blower yang meniupkan debu-debu itu kepadaku. Lalu berjalanlah aku bertemu dengan salah satu bukti keajaiban alam: Ria Nirwana. yang energinya telah membius kami (ralat: aku), yang aroma hidupnya telah menghujam kami (ralat lagi: aku) ke sebuah jalan hidup :  
SCRAP!!

Disinilah aku sekarang, Kawan. Memutuskan untuk memulai memandang segala sesuatunya lewat kacamata Srap.  Menurut Ria, Scraps adalah jalan hidup. Scraps adalah cara kita memandang kehidupan. Begitulah. Kini engkau percaya bukan, bahwa kesombongan alam sedang berpihak padaku. Mempertemukanku dengan jalan Scraps?

Langkah pertama ku bersama Scrap ada pada sebuah hari bertanggal 19 Juni 2010. Aku mulai dengan hati riang gembira, semangat bertalu- talu, genderang memekak di dadaku. Walau malam itu cemas gelisah melanda karena kekasih hati yang hilang kabar, tapi .. aku tahu alam masih sangat berbaik hati. Meskipun pekerjaan yang lain juga membuat jantungku senam aerobik..oohh come on ..hidup jadi terasa indah kalau ada hal - hal yang mengejutkan kita , bukan?

 


Semua terbayar lunas dengan kehangatan pagi itu. Kelas yang riang, guru handal yang memelukku erat dan suasana hari yang menyejukkan. 







Di kelas ini aku belajar banyak hal baru. Tehnik- tenik, bahan- bahan, alat - alat. Aiihhh... gemesss!! Banyak hal yang menawan hati.  Mengerjakannya seperti berenang dalam kegembiraan. Menyusunnya seperti berdansa dalam keriaan. Semuanya indah!






"Believe" Scrapbooking kali ini, aku mulai dari ide dalam hati. Its me. Tentang kehidupanku, tentang hari - hariku. "Believe"  kubuat untuk mengingatkanku untuk  senantiasa bersyukur. Akan semua keindahan yang kupunya. Akan semua nikmat yang telah Allah berikan. Akan semua senyum- senyum indah disekitarku.
Ah, sungguh luar biasa. FabbiayyialaiRabbikumatukadziban ( ...dan nikmat Allah mana lagi yang engkau dustakan....: QS ArRahman)












-->


-->

-->




-->

-->

-->


-->
  -->

  -->
-->




Selesai sudah Mini Album "Believe" ini. It's fun and addictive. 
Sungguh, aku ketagihaaaan!!! Mau lagi lagi dan lagi.
Sudah kutemukan kepingan hidup satu lagi...horeeeee!!!!! 

Dan betapa aku dilimpahi rahmat hari itu, bertemu dengan banyak sosok istimewa. Luar biasa menyenangkan. Teman-temanku yang baru, saudaraku...






--> 
Believe
“No matter how dark the night, somehow the sun rises once again and all shadows are chased away”




Jumat, 04 Juni 2010

intipan dari kitab sebelah

Catatan ini pernah kuposting di facebook ku. Supaya kesannya diletakkan di tempat yang benar, ku tuangkan di sini saja..

Jilid I:
Aku berjalan bagai kembali ke masa lalu, dejavu lebih tepatnya.

Penerbangan pagi hari, layanan penerbangan serba seadanya. Antrian berdesakan. Sampai mengerdip ingin meyakinkan diri, di bandara internasional kah aku? Rasanya lebih mirip terminal.
Ada di atas burung besi, si kecil tertidur pulas..baru bisa mengamati... Beberapa titik sampah belum tersingkirkan..., beberapa point kerusakan dibiarkan.. Huffhhh pantes murah. Murah kok nggolek enak.
Waktu berlalu mengiringiku terlelap, desakan ingin membuang cairan memaksaku antri di bilik kecil itu.
Kulihat lambang hijau pertanda "you can enter this room please", kuputar kenop... Olala... Ada orang di dalam.. Pasang muka merengut karena aku memergokinya buang hajat..

Aduhh.. Bu... Kalo nggak tahu cara nguncinya, kenapa nggak ditahan aja knopnya?? Hiiihhhh... Malah aku yang malu.

Masuk bilik yang satunya... Huff!! Tisu bertebartan, wastafel penuh genangan air...
Mungkin yang masuk sebelum aku, bukan tidak bisa baca...
Banyak petunjuk bertempelan sana sini soal menjaga kebersihan dan keyamanan bilik kecil ini...

Larut aku dalam suasana nostalgi, semua kuanggap keanehan yang wajar..

Sampai akhirnya aku harus menginjakkan kaki lagi ke gerbong kereta api Medan- Rantau ini, berdebu, puntung rokok sana sini, gelas aqua...
Dan percayakah kamu? Kami naik kelas eksekutif.

Perjalanan ini seperti nostalgai... Dejavu..
Dan aku cuma rindu mertuaku, bukan perjalanan ini...



 Jilid 2:
Malam ke empat.

Irama langkahku melambat, tak sinkron dengan beragam rencana di kepala.
Di sini waktu serasa bergerak pelan.
Putaran waktu bergerak seperti tak berjarak.

Nafasku seperti mendadak berhenti,
Tak tahu caranya menikmati hari tanpa bekerja.
Anak yang sudah memilih bermain sendiri
Si Ibu ditinggalkannya bengong tak berarti.

Mungkin ini saatnya aku menghela,
Menyusun kembali tenaga, untuk berbuat lebih terarah.
Mungkin juga kalau tak begini, tak tahu kapan lagi ku tidur siang.

Di sana, aku tak begini.
Menulis note tak berarti,
Biasanya menulis apa pekerjaan esok hari...



Jilid 3:
Terganggu rindu.

Sungguh sangat terganggu aku dibuat rindu,
Bukan kemayu,
Tapi aku tak tahu...
Siapa, apa, mengapa dan bagaimana ku bisa merindu.

Datangnya seperti berlipat lipat badai,
Mendesak seperti lembaran buku tebal.
Aku sesak.

Perjalanan ini menuntunku pada suatu realita,
Bahwa bersama kadang tak berjumpa..
Terlalu jauh angan terbang. Hingga jiwa lupa pulang.

Jadi,
Ketika malam larut ini aku terdesak rindu,
Yang aku tak tahu,
Pada siapa, apa dan bagaimana..

Makin tersesat lah aku pada pusaran rindu..

Kamis, 29 April 2010

rute pulang

hidup tak melulu penuh nyanyian riang,
juga tak selalu gegap dengan segala senyum

adakalanya kita harus terengah, mengusap peluh
dan bertanya pada sang langit "haruskah seletih ini?"

terengah mengambil hela nafas, lalu berpikir..
akan menlanjut berjalan atau kembali ke peraduan.

hidup kadang memang membuat rutenya semikian sulit
letihpun kita, tak selalu berjalan di jalur labirin yang tepat.
tapi, sampai kapan kita akan terus terpekur dan akhirnya kehilangan daya

tahukah kamu duhai denting malam?
bahwa segala daya akan berbuah kesyukuran
dan segala kesyukuran akan menjelma keberkahan

tugas kita hanya berjalan,
jangan pikirkan pulang
karena tujuan adalah kepulangan...

Rabu, 06 Januari 2010

KITAB LAMA DIBUKA KEMBALI

mari sama - sama kita simak, apa yang ada di  blog lama  ku tahun 2004.

Friday, March 05, 2004


aku adalah apa yang kaulihat

jangan coba kau tambah - tambah,
karena aku mensyukuri apa yang aku punya
dengan muka belangku, hidung pesekku, bibir tebalku
aku adalah apa yang kau lihat

jangan coba ku kurang - kurang
karena aku mensyukuri apa yang aku punya
dengan badan tambunku, kaki lemahku, tangan gemukku
aku adalah apa yang kau lihat

jadi jika cinta yang ingin kau tawarkan kepadaku
cintailah aku seperti apa yang kau lihat
jangan kau tambah - tambah
jangan kau kurang - kurang

mari kita berdagang kontan!

-tita- duren sawit , 5maret2004
perempuan yang tersenyum itu ibuku,
senyum yang senantiasa ada untuk anaknya,
walau tak kunjung pulang
olehnya dinanti anaknya yang pergi jauh
mengaku merantau tapi hilang kabar

perempuan itu ibuku,
ibu yang tak berhenti berdoa akan langkah selamat
dari sebuah nyawa
agar tak tersia di sebuah kabar perjuangan getir kehidupan

perempuan yang berdiri di ujung jalan,
memapahku dalam lemah tak berpangkal rasa hina,
tapi rasa kecewa berujung sesal tiada tara
memilih jalan tiada bernorma

dia yang memapahku...ibuku...

-tita-durensawit,5maret2004

maka mulai ditabuhlah lonceng tanda kesunyian yang tertanam oleh
badai semua lambang - lambang keheningan....
sepi dan sunyi ketika genderang perang bertabuhan di senja hati
perang ini tak pernah berhenti, sama saja dengan sepi - sepi di hati
pembuatnya
perang adalah sepi
perang itu sunyi
maka itu mereka semua mati dalam sepi....

"perang cuma buat sengsara rakyat"
-tita- duren sawit5maret2003







posted by tita kusuma @ 3:00 PM


Tuesday, March 30, 2004

deru untuk kekasih

sayangku, kau sebut aku berasal dari debu,
yang kau rengkuh di peluk sendumu sedari malam
tapi pun remuk lah aku karena kedebuanku

cintaku, kau sebut aku alir air,
yang kau dekap di dada angkuhmu sedari dulu
namun pun aku hancur merembes karena keairanku

rinduku, kau minta aku jadi angin
yang kau harap bisa hembuskan kesegaran untuk jiwamu
aku mau kasih, aku mau jadi angin yang menderu
yang melingkarimu dengan pusaran debu debu mengalir bagai air
hingga tak lagi bisa kau pergi jauh, tetap berpegang pada janji kita berdua
untuk saling menjejak di bumi, tanah 


Wednesday, May 05, 2004


pulang ke sebuah kota
dengan ikat di pinggang rami halus diraga

aku ingat akan dia,
yang membisikiku dengan sekelumit kata cinta
sekecup manis asmara
dan sentuhan bagai bulan madu pertama

kotanya buatku sendu,
tapi tak membuatnya pulang dengan peluk hangatnya

bisikan halus masih jadi dendang,
saat pulang ke sebuah kota
bertajuk rumah dengan pagar bambu
menyapa ramah.....

Tuesday, June 01, 2004



hidup yang sempurna


kau pernah tuturkan sebuah ceita tentang jalan panjang
yang katamu hendak kita tekur bersama, bergandeng tangan
saling mengerti, memahami, menghormati dan mengisi


rongga kosong di jiwa yang selalu porak akan hadirnya badai alam
mampu kau isi dengan semua cerita mu tentang jalan panjang itu


kita memang tidak pernah bisa mengakhiri cerita itu,
karena kita hanya bisa menjalani..


dan, menjalaninya bersamamu..
adalah kesempurnaan hidup yang kurasakan....
posted by tita kusuma @ 12:29 PM

Friday, June 04, 2004


emosi jiwa

satu - satu kupandangi gerak wan kelabu di jendela hatiku
tak ada yang benar -benar membentuk kata gagal atau rusak,
namun suasana padam nya mengerogoti jiwa tenangku..

aku hanya manusia yang punya lelah dan batas sabar
aku hanya manusia yang punya lemah dan tanpa sadar
aku cuma hamparan debu di butir pasir pantai kehidupan..

aku lelah..
padahal butuh banyak tenaga...
pernikahan di depan mata...


manusia pagi

ku katakan pada batas langit, bahwa anaknya, manusia pagi akan datang kembali...

"aku tak mengharapkannya datang lagi, aku bukanlah dewa yang menjadikannya ada, dan bukan bidadari yang menyayanginya..."

ku ceritakan semua deru dempa tempa manusia pagi

"aku tak peduli pada setiap titik segar yang ia punya, pagi adalah kepunyaan fajar dan permusuhan senja, aku hanyalah sebatas pengamat..."

ku jelaskan tentang konsep pulang pada batas langit, manusia pagi lelah ingin beranjak ke peraduan..

"aku bukan peraduan, aku adalah garis..."

manusia pagi hanya berharap, hidupnya selurus garis yang kau bentangkan...
posted by tita kusuma @ 9:10 AM

Friday, July 02, 2004

berada di pondok cinta

ku ketuk,
dan melangkah ke dalamnya
ada harum, ada tawa, ada nyata
tak seperti di luar sana
ku dimanja namun maya

ku tertidur,
pulas
kutilang bernyanyi terayun ayun di pucuk pohon cemara,
angin yang membawakan salam dari matahari yang tertahan di ujung senja
aku bermimpi

mimpi tentang kata- kata ajaib dari yang tercinta:
pondok kayu, taman kecil, kolam ikan, air mengalir,
aku, kamu, kopi panas, beranda samping, embun pagi
suara gending, tawa bocah, semilir angin, dan cinta kita....


tak ingin aku bangun dari mimpi,
aku ingin hidup di pondok cinta
dan pulas di dalamnya......


(ditulis ketikaterasa damai di cinta ini...)


posted by tita kusuma @ 9:29 AM

Wednesday, July 07, 2004

bertempur dengan hati sendiri

lihat..
lihat kepulan asap..
di koordinat 76 derajat kita bertemu.

bara..
mesiu
peluru..
mortir..

darah..
air mata..

perang dengan hati
yang mati diri sendiri..

posted by tita kusuma @ 5:0

risalah tetes hujan!

ada tetes
di setiap air hujan,
ada rindu
di setiap semua kenangan....


" tetes hujan adalah sebuah perumpamaan,
umpama ada kering, dia membasahi
umapama ada marah, dia melunakkan
umpama ada senang, dia meramaikan"


tetes hujan adalah jiwa
jiwa yang berkelana, sibuk mencari makna kehidupan, hilir mudik ia mengais ngais perjuangan demi perjuangan..

tetes hujan,
antara aku dan kau adalah satu
antara dia dan mereka adalah tiada
di padang luas kita memadu padu
rasa antara cinta, rasa, asa,
kesatuan antara desir angin, harum rumput dan tawa gembala...

tetes hujan adalah kenangan dan masa depan
di dinginnya kita mencari hangat api,
di hangatnya kita mencari kesejukan
walau pun jalan ini betapa berdebu, terjal dan mendaki..

teteshujan, adalah jiwa..
posted by tita kusuma @ 9:42 AM


Tuesday, July 13, 2004


aku dan dia

aku dan dia
(berharap orang lain mengerti....)

bernama kekasih jiwa
aku dan dia saling menggantung pada harap di hati
lantas menikmati apa yang terjadi
setiap benih embun yang lahir di pagi hari

aku mungkin bukan untuknya atau dia untukku
tapi setiap rasa kasih rasa belas dan rindu ini
terajut jadi suatu hamparan lukisan indah bernama cerita aku dan dia

aku dan dia
cuma manusia
yang tengah terjebak dalam pusaran hangat rasa sayang
tanpa pernah meminta hak milik nya...

aku dan dia
biar tetap begini..
hingga nanti..
anak - anak kami mengerti....


:ditulis dengan rasa sesal:
maaf aku tak bisa memberi lebih dari sekedar persahabatan.
posted by tita kusuma @ 9:54 AM


Monday, August 23, 2004


pernikahan biru

biru,

haru, tangis, pilu
bahagia jadi satu

bersenandung irama pernikahan
mantap dia ucapkan janji suci
mengalir sebuah syukur di hamparan karpet pelaminan

biru, tangisku
biru, genggamannya

kami bahagia
itu saja
dalam biru!
posted by tita kusuma @ 10:50 AM
 

Pengikut