Tampilkan postingan dengan label Food Photography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food Photography. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2012

Kursus FOOD STYLING for Home Food Photography

(klik gambar untuk memperbesar)
Pengen hasil foto makanan kita menarik, indah dipandang, dan membuat tergiur orang yang memandangnya? Perlu trick dan taktik tersendiri dalam menyajikan makanan-minuman agar elok ditangkap mata via lensa kamera.

Materi kursus terbaru di Natural Cooking Club (www.ncc-indonesia.com ). FOOD STYLING for Home Food Photography. Jangan sampai kelewatan. Rabu 11 April 2012. Bersama saya dan  Endah Kusumaningrum (
http://picxelicious.blogspot.com/)

Selasa, 01 November 2011

#FP: Memotret Es Krim di rumah.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam proses pengambilan gambar untuk keperluan iklan es krim, bahan es krim kadang disubtitusi dengan mashed potato. Proses pemotretan yang biasanya memakan waktu cukup panjang, dan kebutuhan lighting pemotretan yang menggunakan lampu - lampu foto yang mengeluarkan panas, bisa menyulitkan. Es krim gampang sekali meleleh, dan jelas membuat tampilan menjadi kurang cantik.

Bagaimana dengan kita, para foodieblogger? Apakah harus kita melakukan trick yang sama? Sementara kebutuhan kita tidaklah bersifat komersil (mendapat keuntungan materi), yah sebutlah hanya untuk kepuasan batin dan potrfolio pribadi. dapatkah kita menghasilkan foto eskrim yang tidak keburu mencair, misal untuk di atas pancake atau sepiring banana split? 

Yang memudahkan, sebagian besar dari kita memotret makanan menggunakan natural lighting, bukan menggunakan lampu foto. Tapi es krim toh juga meleleh di suhu ruang bukan? Berikut ini sedikit trick untuk mendapatkan foto eskrim asli dari rumah sendiri. Tanpa manipulasi bahan sama sekali. 

1. Siapkan setting foto yang kita inginkan, berikut juga propertynya. Letakkan semua elemen foto di tempat nantinya akan difoto, kecuali es krimya. Jika ingin memotret es krim di atas pancake, susun dahulu pancakenya. atau susun dulu pisang  diatas piring/mangkok jika kita akan memotret banana split. 
Ilustrasi yang saya buat ini, memotret es krim di atas cone.


2. Sebelum es krim saya letakkan di atas cone, terlebih dahulu saya letakkan benda yang nantinya akan digantikan tempatnya oleh eskrim, dalam hal ini saya pakai kertas tisue.

3. Tentukan setting kamera untuk mendapatkan foto yang diinginkan. Apperture, Shutter speed, ISO, dan titik fokusnya. atur lagi komposisinya, seperti apa foto yang anda inginkan , begitulah anda menyusunnya pada tahapan ini. Jika diperlukan reflektor, letakkan pada tempat yang dibutuhkan.


4. Berikutnya yang harus anda lakukan dengan cepat adalah, menscoop es krim (yang sebelumnya di freezer) ke atas cone eskrim (atau pancake atau pisang) sesuai rencana semula, lalu  potretlah es krim dari beberapa angle seperti yang sudah anda rencanakan.


Yap, akhirnya kita bisa mendapatkan foto es krim dari es krim asli. Tanpa manipulasi. Kuncinya hanyalah perencanaan dan pengerjaan yang cepat. Dan kadang dengan berlalunya waktu pun, es krim akan mulai meleleh. Jadi jangan terlalu lama yaaa...



Kamis, 10 Februari 2011

Step by Step Pembuatan Studio Mini dan Softbox Lighting untuk penggunaan rumahan.

Banyak banget teman - teman yang dari luar Jakarta menanyakan, kapan produk studio mini dan softbox lighting bisa dikirim ke kota mereka. Pernah coba versi knockdwon, meja bongkar pasang, tapi..aduuh jatuhnya mahal sekali ditambah ongkos kirim. Akhirnya, punya niat deh untuk sharing cara pembuatan studio mini ini. karena ternyata buku asli petunjuk pembuatannya terbitan Komputer Aktif itu, tidak beredar lagi, jadi sulit ditemui di pasaran.

Berikut ini Step by Step Pembuatan Studio Mini dan Softbox Lighting untuk penggunaan rumahan.
  • Studio Mini
Bahan: 1 kardus tv ukuran 50x50x50 cm (bisa lain ukuran), 5 lembar karton manila, 1 lembar karton duplek.
Alat : Pulpen, Cutter, Lem Aica Aibon, lem Fox putih, penggaris.


Cara pembuatan
1. Buat kardus membentuk kotak sesuai lipatan. Lem dengan Aica Aibon. Tips: tunggu lem hingga setengah kering lalu rekatkan, lem yang masih basah membuatnya tidak langsung lengket.
Sisi yang di lem akan menjadi sisi atas dan bawah dari kotak studio.


2. Pada sisi atas, ukur masing - masing sisi 2 cm dari tepi, untuk memberi panduan pada pemotongan berikutnya.


3. Potong kardus sesuai panduan dengan menggunakan cutter. Gunakan penggaris yang panjang. (atau alat pengganti: aku pakai rel korden tak terpakai..hehhee)


4. Setelah dipotong, sisi depan kotak studio akan berlubang kotak seperti foto di bawah ini.


5. Pada sisi belakang (sisi seberang dari sisi yang sudah berlubang) lakukan hal yang sama, namun untuk bagian atas, jangan sampai terputus. 


6. Pada bagian dalam sisi bawah dan atas kotak, jika masih ada bagian yang tidak rata, tambal dengan sisa kardus bekas potongan.


7. Ratakan lem fox putih pada semua sisi bagian dalam, lalu tempelkan karton manila yang sebelumnya sudah di ukur sesuai lebar sisi kotak.





8. Buat panduan lubang pada sisi samping kotak dengan mengukur lingkar terluar corong lampu belajar. Lalu potong dengan cutter namun jagan sampai terputus. Cukup sampai memungkinkan untuk memasukkan corong lampu belajar ke dalam lubang. Lakukan pada kedua sisi samping.



9. Pada sisi atas kotak,ukur 2 cm dari tepi luar, buat celah selebar 5mm, sepanjang sisi kotak. Celah ini untuk memasukkan karton duplek yang akan dipakai sebagai background, celah ini memungkinkan kita untuk mengganti - ganti warna bakground.



10. Masukkan karton duplek yang telah disesuaikan lebarnya sama dengan lebar kotak studio.



11. Dan jadilah studio mini ini. ehmmm.

  • Softbox Lighting
  • Bahan : 2 lembar styrofoam ukuran 40x60cm, lampu belajar bercorong, 1 lembar kertas kalkir
    Alat: Cutter, Lem khusus styrofoam, solasi kertas, gunting, lidi  batang.
    cara membuat:
  1. Buat garis membagi 4 pada 1 lembar styrofoam. Ukuran maisng - masing kotak menjadi: 20x30 cm.

2. Pada sisi 30 cm,tandai titik tengah, lalu tarik titik masing - masing 10 cm ke arah tepi luar. Pada sisi yang berseberangan, tarik garis ke arah titik yang sebelumnya telah ditandai. hingga membantuk trapesium sama sisi seperti di foto. Sisi pendek ukuran 20 cm, sisi yang sejajar selebar 30 cm.


3. lakukan hal yang sama untuk sisa styrofoam yang lain, jadi, kita mendapatkan 4 styrofoam berbentuk trapesium.


4. Rangkai ke empat sisi styrofoam ini, lem menggunakan lem khusus styrofoam, kaitkan lidi untuk memperkuat ikatan antar masing - masing sisi. Rangkaian ke empat sisi styrofoam ini akan membentuk corong yang berlubang.



5. Ukur sisi lubang corong yang lebih kecil. Potong styrofoam sesuai ukuran, lalu dengan menggunakan lingkar terluar corong lampu belajar ukur lingkarannya. Setelah itu potong sesuai pola yang dibuat.



6. Rekatkan pada corong dnegna menggunakan lem khusus styrofoam dibantu dengan lidi untuk memperkuatnya.


7. Maukkan corong lampu belajar ke dalam lubang lingkaran yang telah dibuat sebelumnya. Rekatkan dengan bantuan solasi kertas. Pada sisi dalamnya juga direkatkan, lalu pasang bola lampu.



8. Ukur kertas kalkir sesuai dengan lebar sisi luar corong.Llalu rekatkan dengan lem styrofoam dan solasi kertas. Jika suatu saat bola lampu padam, kertas kalkir ini bisa dibuka kmebali.



CARA PENGGUNAAN.

Atur studio mini di atas bidang datar. Pasang 2 lampu belajar masuk melalu lubang samping. letakkan softbox lighting dari arah depan studio mini.


hasil Fotonya:




Gimana? Nggak kalah kan dengan foto - foto di majalah. hehheeh. *memuji diri sendiri.

Mudah kan membuatnya?
Semoga bermanfaat yaaaa... 

Peringatan: hati - hati ketagihan motret.. klik..jepreettss!!

Kamis, 01 April 2010

Penggunaan Mini Studio dan Softbox Lighting

Ketika mulai promo di milis NCC tentang produk Mini Studio dan Softbox Lighting abal - abal , banyak meluncur pertanyaan  tentang cara penggunaan produk ini. Hhehhee, memang kalo nggak ngeliat langsung, bingung tenan ya. Penjelasan di bawah ini mudah-mudahan membantu yaa...


Mini Studio

  Mini Studio ini terbuat dari bahan karton tebal kardus bekas bentuk kubus, ukuran panjang/lebar/tinggi :50 - 60 cm , dengan kertas background bisa diganti, mempunyai "jendela" tempat masuknya cahaya dari lampu baca dan "pintu belakang" yang memungkinkan anda untuk memberi sinar dari arah belakang objek.





cara penggunaan:

Letakkan obyek yang ingin difoto di tengah kardus. Masukkan lampu baca dari lubang kiri dan kanan kardus, atur kebutuhan cahaya dengan memaju mundurkan badan lampu, atau jika di badan lampu baca terdapat tombol pengatur intensitas cahaya bisa juga digunakan. 

                                                                    contoh hasil foto:















Softbox Lighting



Terbuat dari lampu baca yang ditambah corong terbuat dari stereofoam, untuk memberi tambahan cahaya pada obyek. Bagian depan corong diberi lapisan kertas kalkir untuk memberi efek cahaya yang melembutkan..beeuhh, keren kan!! hhahahhahaa..




cara penggunaan :

Arahkan corong softbox lighting ini ke obyek. Atur sedemikian rupa hingga mendapatkan pencahayaan yang mencukupi tergantung keperluan kita.

 

contoh hasil foto:



Nah, udah nggak bingung lagi thoo??

Kalo masih bingung,mmmm.. piye maneh yo?? *garuk-garuk kepala nampung kutu*
Semoga berkenan ya...


Produk - produk ini dijual dengan harga:

- Mini Studio : Rp.250.000,-
- Softbox Lighting : Rp.2000.000,-
- Paket Mini Studio + 2 lampu baca + 1 Softbox Lighting : Rp. 650.000,-
(untuk lampu baca dan softbox sudah terpasang lampu )

Harga belum termasuk ongkos kirim, untuk sementara hanya melayani Jakarta


Produk selesai dikerjakan kurang lebih 7 hari setelah kesepakatan dan uang di transfer, karena tidak ready stock. 

Jendral tetep promo sodara - sodara.. wakakakkakkk!!

Senin, 01 Maret 2010

Setelah lama tak muncul...

Wuuiihh...dianggurin lama nih blog. hhehhehe.Kayanya nggak cukup deh sehari 24 jam dalam bulan Februari ini. Orderan catering banyaak, Ndaru sakit, dan satu yang bikin heboh milis, Event FP NCFPC. kbetulan bareng - bareng admin yang lain jadi host, walaah - walah..peserta membludaakkk.. jadi gelagepan terima setoran.. hihihi.



Nah berhubung udah kelar sekarang event nya, mari kita ramaikan blog in lagi...



ini foto - foto karyaku yang diambil dalam rangka Event "In Love with Food"



 

Pengikut