Selasa, 05 Oktober 2010

Catatan Mudik 2: Wisata Kuliner Rantau Prapat - Medan

Perjalanan mudik saya kali ini memang sengaja saya niatkan mencari makanan khas yang enak sepanjang perjalanan saya dari Medan ke Rantau Prapat.

Dari Jakarta ke Medan kami naik pesawat, lalu dilanjutkan dengan perjalanan naik Kereta Api menuju Rantau Prapat. Jarak Medan - Rantau Prapat kurang lebih 270km, ditempuh selama 6-7 jam perjalanan. Sepanjang jalan kami ditemani pemandangan perkebunan Sawit dan Karet.



Setelah berangkat dari stasiun Medan , lalu melewati stasiun Lubuk Pakam lalu lanjut lagi menuju stasiun Tebing Tinggi. Di sini , sengaja kami beli jajanan yang selalu ditawarkan pedagang asongan di stasiun yaitu Pocal.

Pocal itu ya Pecel di Jawa, sama saja. Kacang ditumbuk dengan bumbu  kencur dan gula merah serta cabe, lalu dicairkan. Tersaji dalam kemasan pincukan, dimakan dengan tambahan lauk Sate Kerang. Sebenarnya, rasanya biasa saja, hanya saja menikmati sepincuk pecal di perjalanan ini menjadi keistimewaan tersendiri, setidaknya bagi saya, hehheee.


Tiba di Rantau Prapat, saya khusus meminta tolong Mertua membuatkan Anyang Ayam. Anyang Ayam adalah makanan khas Mandailing. Bumbunya menggunakan kelapa sangrai yang ditumbuk ditambah bumbu-bumbu lainnya lalu disiram dengan santan matang. Sebelumnya ayam dibakar dahulu baru dipotong kecil-kecil.


Anyang Ayam kali ini disajikan bersama dengan Pakat. Pakat adalah batang Rotan muda. Sebelum dikupas dari kulit luarnya, Pakat dibakar terlebih dahulu. Pakat banyak ditemui terutama saat bulan Puasa. Dimakan dengan bumbu Anyang atau Urap. Rasanya pahit, tapi banyak orang menikmatinya.


Di Rumah Mertua, saya kebetulan ketemu kue kering jadul kegemaran saya: Kue Bangket. Haduuuh senangnya hati, karena di Jakarta saya belum menemukan Bangket yang rasanya seenak Bangket Kampung ini. Bertanya pada mertua, katanya rahasia keenakan Bangket ada pada saat adonan diuleni, menggunakan pati santan asli dan adonannya dibungkus daun keladi. Namun sayang Mertua tidak menjelaskan secara rinci apa fungsi daun keladi ini.Katanya sih biar enaaak, hehheee. Ya sudahlah, yang penting saya bisa krauk - krauk mengunyah Bangket ini dengan lahap. :P


Di suatu malam,  kami berjalan - jalan di pusat kota Rantau Prapat. Ada pusat jajanan malam di jalan Veteran. Rata - rata penjualnya dengan gerobak., berkumpul berjejer sepanjang jalan. Malam itu saya memilih Mie Rebus, Sate Kerang dan Kerang  Rebus.


Mie Rebus di sini tidak sama dengan Mie Rebus Jawa yang kuahnya hanya berbumbu bawang putih dan kemiri. Mie Rebus ini kuahnya kental, memang diberi tepung sagu sebagai pengental. Rasa kuah terasa penuh rempah. Selain mie basah, terdapat tahu, taoge, telur rebus dan udang kering sebagai pelengkap. Dilahap saat masih panas.. Duuh, sungguh nikmat. Nanti, saya akan cerita tentang Mie Rebus di tempat yang lain.





Di daerah Rantau Prapat ini, Sate Kerang disajikan dengan variasi bumbu. Bumbu dasarnya adalah bumbu rendang. Namun ada yang menyajikannya dengan masih basah, ada yang dengan bumbu kering dan dibalur kelapa yang sudah disangrai dan ditumbuk. Dan sate kerang dengan bumbu kering ini yang paling saya suka, :P

Setelah menghabiskan waktu beberapa hari di Rantau Prapat, kami kembali ke Medan menggunakan mobil. Kami sempat mampir di kota Kisaran, tadinya untuk makan siang. Tapi ternyata warung makan yang kami tuju tutup. Jadilah mertua saya mengajak kami menyantap Mie Rebus langganan beliau sejak dulu ketika tinggal di Kisaran. Mie Rebus kali ini jauh lebih terasa berbumbu dibanding yang saya santap malam hari di Veteran - Rantau Prapat. Kuah lebih coklat, jauh lebih nikmat.


Perjalanan kami lanjutkan lagi. Setelah melewati kecamatan Limapuluh, tepatnya di Kecamatan Indrapura kami berhenti untuk makan (lagi!!, hihihi). Kali ini kami makan di Rumah Makan 100, diberi nama demikian karena jarak Rumah Makan ini dari Medan adalah tepat 100 KM. terletak di pinggiran Sungai, RM 100 berkonsepkan makan di alam terbuka. Siang itu kami menyantap Anyang Pakis dan Tofu Taoco. Anyang Pakisnya dasyaaat, enak sekali!

Selanjutnya, di kota Tebing Tinggi kami singgah di pusat jajanan yang menjajakan Lemang. 

Lemang merupakan makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi tepung beras bercampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang di atas tungku panjang. Lemang lebih nikmat disantap hangat-hangat, dengan campuran selai bahkan durian.
Pusat penjualan lemang di Tebing Tinggi adalah di seruas jalan bernama Jl. KH Dahlan berseberangan dengan Masjid Raya Tebing Tinggi, masyarakat lebih mengenalnya sebagai Jalan Tjong Afie. Lemang yang paling terkenal adalah Lemang Batok.
Lemang produksi kota Tebing Tinggi sangat terkenal lezat dan lemak. Karena kelezatannya itulah kota Tebing Tinggi juga dijuluki sebagai Kota Lemang. (sumber: Wikipedia )





Lemang batok ini legit sekali. Nikmat dimakan selagi hangat, dengan cocolan selai Sarikaya, Tape Ketan atau Bumbu Rendang. Lupa mertua lah kalo lagi makan Lemang, hihihihihi...

Sesampainya di Medan kami beristirahat, dan esoknya melanjutkan lagi perjalanan ke Langkat dimana keluarga suami banyak tinggal. Seharian itu kami tidak berwisata kuliner khusus. Di Medan, kebetulan di rumah teman tempat kami menginap ada sajian Roti Jala dan Pulut Inti.

Pulut = Ketan. Kali ini , saya makan Pulut Inti. Pulut diberi pewarna kunyit. Intinya dengan gula merah, legit sekali. Roti jala adonannya mirip adonan untuk membuat kulit dadar. Hanya saat membuatnya ada cetakan khusus, seperti gayung yang diberi corong berlubang-lubang, sehingga saat membuatnya akan jadi seperti jalinan jala. dimakan dengan Kari kambing, atau Kari lainnya ditambah kondimen acar timun + nanas. Jangan tanya soal rasa, top markotop!

Lalu, esok paginya kami makan pagi di Soto Sinar Pagi, jalan Sei Deli - Medan. Soto ini sudah sangat terkenal. Belum ke Medan namanya kalau belum makan di warung ini. Kami datang pukul 09.00 wib, warung masih ramai pengunjung. Pelayan sigap melayani. Terdapat berbagai macam menu Soto dan Sop.



Soto yang dihidangkan , khas Soto Medan yakni bersantan dan kaya akan rempah. Enak, dimakan hangat bersama dengan nasi putih. Suasana warung yang selalu ramai menjadi penambah semarak suasana makan di warung ini.

Makan siang nya kami sengaja mencari yang istimewa. Menjadi tujuan utama kami berkunjung : Dim Sum Nelayan. Letaknya di dalam Sun Plaza, tepatnya di lantai III. Rasa dimsum disini begitu istimewa.Bahkan kami tidak memesan makanan utamanya, cukuplah dimsum saja ditambah dessertnya yang terkenal : Pancake Durian. Rasanya sudah sangat sempurna.


Waktu yang sempit tidak memungkinkan kami menjelajah lebih banyak ragam kuliner di Medan, tebing Tinggi, Kisaran dan Rantau Prapat. Semoga umur panjang, sehat badan dan ringan langkah, saya punya peluang untuk ber'jalan' lebih jauh lagi.

Minggu, 03 Oktober 2010

Catatan Mudik 1: Sarapan di Kedai Kopi atau Kopitiam?

Saya bukan penggemar kopi, dulu.
Sesekali saja saya menikmati menyeruput kopi. Selebihnya, saya penggemar air putih :)

Namun berderaknya roda jaman ikut menyeret saya pada kenyataan, bahwa kopi adalah bagian dari perubahan. Sebentar - sebentar janjian di Cafe, lalu teman- teman meminum kopi dan ikutlah saya meminumnya. Kebiasaan orang duduk berlama - lama minum kopi, berbicang - bincang dari obrolan santai sampai urusan bisnis ini, ternyata merupakan adaptasi dari kebiasaan dari dulu. hanya saja diadaptasi oleh pelaku bisnis mengemasnya menjadi Cafe atau Warung Kopi keren seperti Starbucks dan Coffe Bean, dan yang belakangan ini menjamur : Kopitiam.

Awalnya saya kira bahwa Kopitiam adalah merk dagang. Saya pikir semua Kopitiam di seluruh negeri ini milik seorang saja, hehheee. Norak ya. Ternyata, Kopitiam itu istilah.

KOPITIAM atau kopi tiam adalah Kedai Kopi.
Istilah kopitiam berasal dari gabungan kata kopi (bahasa Melayu) dan kata tiam (εΊ—) yang berarti kedai dalam bahasa Hokkien. (sumber: Wikipedia-Kopitiam)

Adanya akulturasi budaya antara orang Tinghoa dan Melayu sepertinya yang melahirkan budaya Kopi-tiam ini. Di daerah Melayu, khususnya Sumatera Utara dan Aceh, budaya minum kopi sudah berlangsung sejak dulu. Orang - orang betah duduk berjam - jam, ngobrol ngalor ngidul sambil menyeruput kopi. Budaya ini juga populer di negeri jiran Malaysia dan Singapura. Tidak heran munculnya banyak nama Kopitiam berawal dari negeri jiran, setelah itu baru masuk ke Indonesia mengusung nama yang sama: Kopitiam.


Kebiasaan orang Melayu betah duduk berjam - jam di Kedai Kopi ini saya temui langsung di Kedai Kopi Akur -  Rantau Prapat Sumatera Utara, tanah kelahiran suami saya.Kedai Kopi init erletak di tengah kota, menyempil diantara maraknya ruko - ruko. Setiap pagi Kedai ini ramai dikunjungi kebanyakan bapak - bapak, sebelum mereka memulai aktivitasnya.




Tidak hanya yang ingin mengisi perut pagi hari, banyak juga orang sekedar duduk ngobrol dan minum kopi, atau sambil membaca koran, merokok, yah seperti itulah.

Untuk menu sarapan , Kedai Kopi Akur hanya punya 3 menu: Kopi , Roti Bakar Selai Sarikaya dan Telur Setengah Matang.



Kopi yang dihidangkan, jangan berharap ada tawaran: Latte atau espresso? Ketika anda datang dan pesan kopi, pertanyaannya : Pahit, Manis atau Kopi Susu? Pahit artinya tanpa gula, Manis pakai gula, Kopi susu = Kopi + Susu Kental Manis.




Yang saya paling suka adalah Roti Bakar Sarikaya nya. Rotinya yang masih roti jaman dulu: kasar, seret. dibakar langsung diatas bara = bukan sekedar di toast. Jadi masih terasa aroma bakarannya.



Dihidangkan beroleskan selai sarikaya yang legit manis bukan kepalang. Nikmeeeh sangaat.

Sepertinya saya tahu, kenapa Bapak - bapak itu betah duduk berjam - jam. :P













Kalau dibandingkan , sajian yang sama dengan Kiliney Kopitiam yang berasal dari Singapore, sebenarnya sama saja : Kopi + Roti bakar + Telur Setengah Matang.  Entah siapa mengadaptasi siapa. Kaya Toast (= Roti Bakar selai Sarikaya) di Killiney Kopitiam terhidang dengan tambahan butter. Ah, mungkin beberapa orang akan sangat menyukainya. Jauh dari rasa 'kampung'. Karena rasa Sarikaya nya juga kurang legit dan kopi susu yang terhidang tak terlalu manis, mungkin orang kota sudah banyak menghindari gula, hehheee.



































Saya tidak sedang membandingkan mana yang lebih enak atau lebih baik. Saya hanya melihat kesaman karakter antara dua tempat ini. Berasal dari budaya dan kebiasaan dan akar yang sama, Kedai Kopi Akur masih tegak berdiri mengusung kesederhanaannya. Roti tawar jadul yang dibakar diatas bara api, kopi hitam sederhana + susu kental manis. Kopitiam Kiliney misalnya, yang saya ambil sebagai perwakilan Kopitiam yang sudah merajalela, merambah masuk Mall dengan segala gemerlapnya, masih juga tidak bisa lepas dari suatu tradisi: Kopi + Roti Bakar + Telur Setengah Matang.

Tradisi telah diwariskan, hanya dengan kemasan yang berbeda.

Jumat, 01 Oktober 2010

Lebaran dan Liburan

Mohon Maaf Lahir dan Batin, masih bulan Syawal kan ya.

Puasa dan lebaran sungguh merupakan waktu - waktu tersibuk buat bakul kue-kuliner, yah setidaknya buat saya. Orderan yang meningkat,  kejar -kejaran dengan deadline, tenaga kerja yang mulai mengajukan cuti lebih awal,Ndaru yang butuh perhatian, Subhanallah.. membuat saya luar biasa pontang panting, hingga kemudian berefek mengabaikan blog ini.

Saking pntang pantingnya, banyak sekali pekerjaan tidak terdokumentasikan. Sederhana saja, saya ingin semua cepat beres. Alhasil malah lupa motret, dasar.. Ini cuma sedikit pekerjaan yang masih sempat saya foto.





Lalu waktu saya juga tersita (maksudnya menyitakan diri dengan sukarela hhehhe) dengan acara Mudik ke kampung halaman Suami.  Jadi, lengkaplah sudah alasan saya untuk absen meninggalkan blog.

Kini, saatnya kembali bergiat - giat diri. tenaga sudah kembali seperti semula. Energi dan semangat menjalani hari bertambah berkali lipat. Ayo semangat.

Minal Aidzin Wal faidzin...

Kamis, 26 Agustus 2010

TONGSENG IGA SAPI

Kebetulan beberapa waktu yang lalu dihubungi via twitter oleh salah satu contact person kegiatan yang diadakan oleh Kecap ABC. Kebetulan brand kecap ini selama bulan Ramadhan mengadakan acara khusus, yang membutuhkan kita untuk ikut sharing resep.

Keterangan tentang acara ini bisa klik di sini. Teman - teman yang lain bisa juga ikutan sharing resep di kegiatan ini.



TONGSENG IGA SAPI

by Citra Kusuma



Bahan:

500 gram Iga Sapi

1000 ml air untuk merebus Iga Sapi

Haluskan : 6 siung bawang merah, 4 siung bawang putih, 3 butir kemiri, 1 ruas jahe, 1 ruas kunyit, 1 sdt ketumbar, 1/2 sdt merica butiran, 1/4 butir biji pala, 4 buah cabai merah buang bijinya, 1/2 sdt jintan, 1/2 sdt garam.

500 ml santan kental

3 lembar daun jeruk purut

1 lembar daun salam

1 batang sereh,memarkan

1 ruas lengkuas, memarkan

3 butir cengkeh

1 buah kapulaga

3 cm kayu manis

1 bunga lawang/pekak

Iris - iris : 2 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, 3 buah cabe merah/rawit, 1 batang daun bawang.

3 lembar daun kol, iris - iris

1/2 buah tomat, belah - belah

3 sdm kecap manis ABC



Cara membuat:

Rebus Iga Sapi dengan 1000 ml air sampai Iga lunak. Jika dipresto, kurangi jumlah air jadi 500 ml. Presto Iga selama kurang lebih 30 menit.

Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun jeruk, daun salam, sereh dan lengkuas hingga layu dan harum.

Masukkan santan kental dan Iga yang sudah lunak,

Masukkan cengkeh, kapulaga, kayumanis dan bunga lawang.

Masak hingga mendidih. Sisihkan.

Tumis bumbu iris sampai harum, masukkan kol hingga sedikit layu.

Masukkan Iga dan kuah santannya.

Masukkan Kecap manis ABC

Masak hingga mendidih, terakhir masukkan tomat iris.

Hidangkan hangat dengan taburan bawang goreng.


Silahkan mencoba,untuk alternatif hidangan Lebaran Anda semua..
Rasanyaaa? Maknyuussss...

Pada Suatu Sore

Ini cerita tentang tawa.

Ya.
aku, kamu , dia dan dia.

Pada suatu sore, 
dimana sebuah kekonyolan membuat kita mentertawakan hidup.
dan seseorang di sudut lain kota,
tak berhenti berceloteh tantang kesepiannya.

Semua penat, degup jantung dan kecemasan
terbayar oleh hangatnya cinta 






 lalu malam menjemput kita dengan senyum



Ya, ini sore penuh tawa.
meskipun sebelumnya kita hampir menangis dibuatnya.


Selasa, 24 Agustus 2010

Flores ; next destination

Ini mungkin cuma sekedar catatan kerinduan tentang sebuah perjalanan. 
Bersama seorang sahabat. Lama tak jumpa, lama tak memeluknya. 
5 tahun bukan waktu sebentar untuk membuat rindu jadi rajutan dendam
Berdua kami taati sebuah ketentuan hidup,
Jadi istri, jadi ibu dan berjuang di jalan hidup kami masing -masing.
Selama lebih dari ribuan malam,
Kami berdua hanya berbalas sajak tentang kerinduan akan sebuah perjalanan.
Lalu saat itu datang, menyergap tiba - tiba tanpa komando peluit sang komandan
sama - sama mentertawakan kehidupan, selisip kerinduan ini berunjuk rasa

Harus, kita harus bertemu! 
atau kita akan kembali hanyut pada pusaran waktu yang menjebak kita pada rutinitas ini.
dan kesepakatan pun tertoreh,
Flores, akan jadi tujuan perjalanan.
Flores akan jadi sebuah soundtrack pertemuan kami
Flores akan jadi nyanyian dalam jejak kami

Dan mari kita tunduk kepala, Sahabat
aku merengkuhmu dalam bulir malam
semoga semesta mendengar .

Foto milik si eNur, sahabatku.


si cantik dan buruk rupa, hihihiii

Kamis, 12 Agustus 2010

Aneka Cookies Lebaran dan Aneka Cookies Mocaf

Alhamdulillah, Ramadhan telah tiba. Semua orang bergegas untuk memperbanyak amal dan ibadahnya di bulan penuh berkah ini. Untuk menyemarakkan hari - hari istimewa anda semua, Radissa membantu menyediakan Aneka Cookies Lebaran dan Aneka Cookies Mocaf. Daftar harga aneka cookies ini dapat dilihat di sini. Harga belum termasuk ongkos kirim.




Senin, 02 Agustus 2010

Tiramisu Kukus

Proyekan di akhir minggu, dari tetangga beda 2 rumah. Untuk souvenir yang dibawa pulang tamu - tamunya di acara pengajian 4 bulan hamilnya sang menantu. Menyerahkan sepenuhnya ke diriku, tapi minta kalau bisa jangan Black Forest, bosen katanya hheheheee. Cari - cari wangsit sampai gunung Salak hehhee, nggak ding, cuma browsing dan buka - buka buku resep. Akhirnya nemu resep ini di bukunya Yeni Ismayani "Tiramisu ala Cake Shop Favorit". Waktu test resep, ternyata harus rombak sana sini. Supaya apa, supaya masuk budget, hhehehee. Lagian dari resep ini, kata orang - orang di rumah masih kemanisan. Jadilah resep ini di modifikasi.


Tiramisu Kukus
Resep oleh Yeni Ismayani, modifikasi oleh Citra 

Bahan A:
11 butir telur utuh
7 butir kuning telur
450 gram gula pasir
15 gram emulsifier

Bahan B:
300 gram tepung terigu
60 gram tepung maizena

Bahan C:
100 ml susu cair
200 gram cream cheese
150 gram marganine
150 gram butter

1 sdm kopi instant


Bahan Vla:
200 gram vla bubuk instant
1 sdt kopi instant
400 ml susu cair dingin


Cara membuat:
1.Panaskan susu cair dan cream cheese, tambahkan butter dan margarine, aduk sampai larut. 
   Bagi 2 sama banyak. 1 bagian masukkan kopi intant, larutkan. Sisihkan.

2. Kocok telur dan gula pasir hingga mengembang jambul petruk, tambahkan Bahan B (yang sudah diayak terlebih dahulu). aduk rata.

3. Bagi adonan menjadi 2 bagian yang sama. Adonan 1 diberi lautan susu cair+cream cheese+butter. Adonan 2 diberi larutan susu+cream cheese+butter yang sudah diberi kopi.

4. Tuang masing - masing adonan ke dalam loyang 26x26 cm yang telah dioles dan dialas kertas roei. Kukus di dandang yang sudah dipanaskan terlebih dahulu selama kurang lebih 15 menit. Angkat.

5. Vla: kocok hingga rata bubuk vla instant bersama susu cair dingin dan kopi instant. 

6. Olesi cake kopi dengan vla kopi hingga rata, lalu tumpuk dengan cake putih.

7. Hias bagian atas cake dengan whipcream di tabur coklat bubuk.

Keterangan:
1. 1 resep vla instant ini bisa untuk mengoles 5 cake.
2. Di orderan kali ini, cake kupotong 4, kurang lebih ukurannya 12x12cm.




Sekian, selamat mencoba... kalau susah pesen aja ke aku ya.. hehheheee.

 

Pengikut