Selasa, 04 Februari 2014

Resep: Kerang Hijau Saus Padang

Kerang Hijau (Perna Viridis) banyak kita temui di menu restaurant Seafood. Meskipun ada peringatan bahwa Kerang Hijau dari Teluk Jakarta mengandung logam berat, namun hidangan Kerang Hijau tetap saja jadi salah satu alternatif masakan seafood yang favorit. Jadi, yang tinggal di Jakarta, jangan sering - sering makan Kerang ini ya... hehehhee.

Kerang HIjau Saos Padang

Di sisi lain, manfaat kandungan nutrisi dari Kerang Hijau sangatlah banyak. Dikutip dari artikel Femina, berikut ini adalah kandungan nutrisi dari Kerang
  • Asam lemak tidak jenuh (omega-3) yang penting untuk perkembangan jaringan otak anak. Kandungan asam lemak tidak jenuh ini juga akan membantu memecah ’kolesterol jahat’ di dalam pembuluh darah. Kondisi ini secara otomatis memperlancar aliran darah ke jantung dan otak, sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke.
  • Tiga puluh tiga persen vitamin B12 dari kebutuhan harian, ada dalam kerang. Dengan mengonsumsi vitamin B12 akan mencegah terjadinya mutasi sel, sehingga usus akan terlindungi dari risiko kanker.
  • Vitamin A untuk menjaga kesehatan kulit dan mata.
  • Fosfor untuk pembentukan tulang dan gigi pada anak, serta membantu tubuh memaksimalkan fungsi vitamin.
  • Protein yang lebih tinggi daripada daging merah, namun dengan kalori lebih rendah sehingga sesuai untuk tubuh.
  • Potasium untuk membantu menjaga tekanan darah, dan mengatur fungsi jantung serta metabolisme tubuh.
  • Kalsium. Dengan bertambahnya jumlah kalsium yang masuk ke dalam tubuh, maka dapat membantu mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang). 

Jadi, kalau teman - teman dapat kesempatan untuk menyantap Kerang Hijau terlebih yang diyakini bukan berasal dari Teluk Jakarta,jangan ragu - ragu ya menyantapnya. Enak banget apalagi kalau dapat yang segar.

Kali ini kita masak Kerang Hijau Saos Padang. Menu ini banyak sekali versinya. Lain restaurant lain rasanya. Tapi ciri khasnya adalah rasa pedas dan warna saosnya yang merah.

Kerang Hijau Saos Padang

bahan :
1 kg kerang hijau, cuci bersih dan sikat cangkangnya
500 ml minyak untuk menggoreng kerang
2 sdm saos tomat botolan
5 sdm saos cabai botolan
5 buah cabai rawit, iris - iris
100 ml air
sdt garam
2 sdt gula pasir

bumbu halus:
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
8 buah cabai merah

bumbu lainnya:
2 cm jahe, memarkan
1 batang serai, memarkan

cara membuat :
  1. Goreng kerang beserta cangkangnya dalam minyak panas sampai kerang matang dan sedikit kering , angkat dan tiriskan.
  2. Sisakan minyak hingga 2 sdm, tumis bumbu halus, jahe dan serai hingga harum.
  3. Masukkan kerang, aduk rata dengan bumbu halus. tambahkan saos tomat, saos cabai, air, gula dan garam. Aduk - aduk agar kuah saos merata dan mulai menyusut.
  4. Masukkan cabai rawit, aduk rata kembali hingga kuah menyusut dan cabai rawit layu. 
  5. Angkat dan hidangkan

Kerang HIjau Saos Padang


Kerang Hijau Saos Padang ini cocok disantap dengan nasi panas dan tumis kangkung taoco. Jadi berasa makan di warung atau restaurant Seafood deh. Pasti nambah - nambah deh. Selamat mencoba....

Sabtu, 01 Februari 2014

Resep: Ayam Bakar Bumbu Rujak

Ayam Bakar Bumbu Rujak

Bahan :
1 ekor ayam , potong 12 bagian
500 ml  santan kental dari 1 butir kelapa

Bumbu halus:
10 siung bawang merah
4 siung bawang putih
8 buah cabai merah keriting
3cm jahe
2cm kunyit
2 butir kemiri

Bumbu tambahan
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
1 sdt garam

Cara membuat:
1.       Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun salam, serai dan lengkuas.
2.       Masukkan ayam , aduk rata hingga ayam berubah warna.
3.       Masukkan santan. Masak hingga kuah menyusut, sambil sesekali diaduk.
4.       Siapkan bara api, bakar ayam hingga berwarna kecoklatan sambil sesekali dioles bumbu dari kuah santan. Angkat dan sajikan.

ayam panggang bumbu rujak

 note : resep ini juga ada di buku saya yang akan terbit.


Seruput hangat salam jumpa kembali

......haloooo... ijinkan saya bebersih sarang laba - laba yang sudah hampir memenuhi semua sudut blog ini ya. Seperti halnya rumah jika lebih dari 6 bulan tak tersentuh, selain kusam berdebu pasti juga menyeramkan. Hiiiii...sereeeeem...

Sambil bersih - bersih, saya mau cerita  kenapa kok 'setega' ini saya meninggalkan blog sampai sekian lama. Jadi nih, tiada disangka - sangka tiada diduga, saya kedapetan rejeki luar biasa. Hamil lagi! Alhamdulillah, subhanallah. Ini kehamilan ke-3 saya. Kehamilan pertama saya menghasilkan Ndaru , 6 tahun. Sekarang sudah sekolah kelas 1 SD. Lama menanti, tahun 2012 saya hamil lagi. Tapi hanya bertahan hingga 9 minggu dan harus dikuret. Nah, pasca lebaran tahun 2013 kemarin saya positif hamil lagi! Mengingat pengalaman keguguran sebelumnya saya jadi paranoid. Takut sekali kejadian tersebut berulang . Akibatnya saya jadi ekstra hati - hati. Belum lagi serangan mabok berat trimester pertama, mual sangat. Susah makan, tidak bersemangat. Alhasil sekian waktu mood saya amburadul, termasuk untuk motret dan menulis di blog.

Nah, mood yang memburuk itu merembet ke persoalan lain yaitu mundurnya jadwal terbit buku saya yang kedua. Susah sekali rupanya membangun mood di kala mabok hamil itu ya. Membayangkan harus memasak, menguji coba , setting pemotretan lalu memotret lebih dari 50 masakan sudah membuat saya eneg duluan. Akibatnya malas menyerang dan saya seolah tidak bisa berbuat apa - apa untuk melawannya.  Kondisi badan serba tidak enak itu mulai mereda saat kehamilan saya masuk usia 4 bulan. Baru deh bisa ngebut untuk mengerjakan materi buku kedua. Akhirnya bisa selesai juga 90 set foto itu. Total jendral 500 lebih foto saya hasilkan. Psst, ini bocoran foto - fotonya.


Materinya adalah resep masakan sehari - hari untuk menu sebulan. 1 hari 3 resep masakan dikali 30 hari jadi ada 90 resep. 1 resep ada 3 - 4 foto dari berbagai sudut berbeda. Ditambah foto 3 resep lengkap menu 1 hari . Kebayang kan bagaimana saya mendem ketimbun editan foto - foto tersebut. Hehehhee. Jadi mohon dimaklumi ketidak berdayaan saya ini ya yang akhirnya membuat saya mengabaikan blog ini. Jadwal terbit buku pasti mundur, ya sudahlah. Yang penting sekarang sudah selesai dan kita tunggu saja tanggal terbitnya. Yihaaaaaa...

Nah, mengingat jadwal saya melahirkan adalah awal bulan April, saya lantas berpikir nantinya akan repot sekali buat saya untuk menyusun , motret dan mengolah materi buku ke-3 jika sudah ada adek bayi. Tiba - tiba terlintas pikiran nekad saya untuk ngebut mengerjakan materi buku ke-3 sebelum melahirkan. Saya hanya punya waktu 2,5 bulan lagi dari sekarang ini sodarah-sodarah. Biar nanti adek bayi lahir, saya sudah ayem. Paling tidak materi buku ke-3 saya sudah beres kan, soal terbitnya kapan, penerbit pasti punya rencana sendiri. Yang penting saya sudah siap materinya Doakan saya ya teman - teman. Ini saya kasih bocoran juga. Bisa ditebak kan apa isi materinya. Ditunggu ya, mudah- mudahan lancar semuanya. Aamiin.

Lapis beras  Lemper

Pastel Ayam Dadar gulung

Nah nggak sadar udah ngoceh kebanyakan soal materi buku. Kita kembali ngomongin blog ini yuk. Sudah lumayan bersih kan? Hehhehehe. Jadi pengen sharing resep nih, yang anget - anget mumpung lagi musim hujan dingin (baca: banjir) di Jakarta. Kita buat wedang ronde yuk.

Wedang ronde roti


Wedang Ronde Roti
bahan :
200 gram tepung ketan
50 gram tepung beras
1sdm air kapur sirih
225 ml air putih

2 liter air untuk merebus ronde, didihkan

isi:
200 gram kacang sangrai ditumbuk halus 
100 gram gula pasir

Kuah:
1 liter air
250 gram gula pasir
250 gram jahe, kupas dan memarkan
2 lembar daun jeruk purut

bahan tambahan:
100 gram kacang tanah kupas, sangrai
5 lembar roti tawar, potong kotak dadu 2 cm

Cara membuat :
1. Campur rata bahan isian.
2. Campur bahan ronde  hingga bisa dipulung. Bagi tiga adonan. Beri warna merah dan hijau, satu bagian biarkan berwarna putih.
3. Ambil sedikit adonan, pipihkan, letakkan sedikit bahan isi, pulung hingga membentuk kelereng.
4. Masukkan bola ronde ke dalam air yang sudah mendidih. tunggu hingga mengapung, angkat dan tiriskan. masukkan ke dalam kuah ronde.
5. Siapkan wadah, beri beberapa potong roti tawar . Siramkan kuah jahe panas bersama beberapa butir ronde. taburi dengan kacangsangrai.
Sajikan selagi panas.

Wedang ronde roti

Mmhhmm...kebayang deh menyeruput wedang ronde ini pas sore hari sehabis hujan. Silahkan dicoba ya. Terimakasih sudah menemani saya bersih - bersih. Akhirnya bisa duduk selonjor nyaman lagi di blog ini. Nyeruput wedang ronde aaaah...

 

Pengikut